:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Sunday, January 29, 2017

Salah satu syarat sahnya ibadah shalat adalah dilaksanakan dalam keadaan suci, baik suci dari najis maupun hadats, suci badan, pakaian, maupun tempat.

Maka penting untuk mempelajari bersuci (thaharah) yang merupakan sebagai bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan shalat.

Thaharah menurut bahasa adalah suci dan bersih dari kotoran. Adapun thaharah menurut istilah para ulama ahli hukum islam (fuqaha) adalah bersuci dengan segala alat-alat dan cara-cara yang telah ditetapkann oleh syara’ untuk menghilangkan najis dan hadats.

Dengan demikian thaharah meliputi dua hal, yaitu :

1.      Bersuci dari najis, naik di badan, pakaian, maupun tempat.
2.      Bersuci dari hadats; jika hadats besar maka bersuci dengan mandi; jika hadats kecil bersuci dengan berwudhu; atau bersuci dari kedua hadats tersebut dengan cara bertayamum sebagai ganti dari mandi atau wudhu.

Thaharah menjadi posisi sangat penting dalam aktivitas ibadah, sebagaimana halnya shalat tidak sah apabila dilakukan tanpa bersuci dahulu. Rasulullah saw. bersabda, “Allah tidak akan menerima shalat yang tidak disertai dengan bersuci.” (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah dari Usamah).

Sumber : buku "Jangan Asal Shalat'
Sumber Gambar : http://cahayaummulquro.com/tag/thaharah/

Wednesday, January 18, 2017



(Da'i perusak, antek penguasa. Lembut kepada pemerintah zhalim, tapi keras terhadap kaum mukminin)
.
.
dan berikut tanggapan ulama 👇
Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-‘Utsaimin Rahimahullah berkata:
مسألة مناصحة الولاة، من الناس من يريد أن يأخذ بجانب من النصوص وهو إعلان النكير على ولاة الأمور، مهما تمخض عنه من المفاسد، ومنهم من يقول: لا يمكن أن نعلن مطلقاً، والواجب أن نناصح ولاة الأمور سراً كما جاء في النص الذي ذكره السائل، ونحن نقول: النصوص لا يكذب بعضها بعضاً، ولا يصادم بعضها بعضاً، فيكون الإنكار معلناً عند المصلحة، والمصلحة هي أن يزول الشر ويحل الخير، ويكون سراً إذا كان إعلان الإنكار لا يخدم المصلحة، لا يزول به الشر ولا يحل به الخير.
“Masalah menasehati penguasa, ada dari sebagian orang yang hendak berpegang dengan sebagian dalil yaitu mengingkari penguasa secara terbuka, walaupun sikap tersebut bisa mendatangkan mafsadah/kerusakan. Di sisi lain ada pula sebagian orang yang beranggapan bahwa mutlak tidak boleh ada pengingkaran secara terbuka, sebagaimana dijelaskan pada dalil yang disebutkan oleh penanya. Namun demikian, saya menyatakan bahwa dalil-dalil yang ada tidaklah saling menyalahkan dan tidak pula saling bertentangan. Oleh karena itu, BOLEH MENGINGKARI PENGUASA SECARA TERBUKA BILA TERDAPAT MASLAHAT YANG BISA DI WUJUDKAN, yaitu hilangnya kemungkaran dan berubah menjadi kebaikan. Dan boleh pula mengingkari secara tersembunyi atau rahasia bila hal itu dapat mewujudkan maslahat/kebaikan, sehingga kerusakan tidak dapat ditanggulangi dan tidak pula berganti dengan kebaikan.
(Liqa’ Al-Baabul-Maftuh)
Kata Ustad Abu Abdirrahman At-Thalibi, “meskipun Anda boleh TIDAK KRITIS kepada umara, boleh menasehati diam-diam, boleh menjaga wibawanya (sesuai pandangan politik Anda). Tapi jangan juga bermudah-mudahan MEMBENARKAN apapun kebijakan penguasa, dengan sembarangan menjatuhkan kehormatan sesama Muslim. Karena yang kelak MEMBANTU ANDA di akhirat adalah SESAMA MUSLIM ini. Bukan penguasa”.

Friday, April 1, 2016

Sahabatmu berapa lama kau kenal dengannya, kau begitu setia dengannya, senyum selalu kau berikan padanya, kau berusaha selalu ada untuknya, kau berusaha membalas kebaikannya, hanya karena sering membantu dan selalu ada buatmu atau hobi yang sama denganmu.

Kekasihmu, berapa lama kau kenal dengannya, kau berusaha membahagiakannya, siang malam kau bekerja demi masa depan yang indah, hanya karena ia membuat hatimu berbunga-bunga.

Lalu

Bagaimana dengan orangtuamu, dia ada semenjak kau lahir, siang malam ia menjagamu saat tak mengerti mengucap terimakasih, atau membalas kebaikan mereka.

Orang tuamu, ia mentraktir makanmu hampir seumur hidupmu, apakah kau pernah berpikir membalas semua traktirannya seperti kau membalas kebaikan sahabatmu.

Orang tuamu, ia berusaha membuat hatimu berbunga-bunga, membuat mekar senyummu, siang malam mencari nafkah agar senyummu tetap ada.

Lalu

Dengan mudah kau bermuka masam ketika orang tuamu mengajak dirimu makan diluar, padahal bukan traktir yang ia minta balas, tetapi ia hanya ingin makan bersamamu

Dengan berat hati kau memberikan pinjaman, saat orang tuamu ingin meminjam sebagian uangmu, padahal ia hanya meminjam, bukan meminta, tak sepeerti kau dulu tiap hari meminta uang jajan.

Dangan penuh perhitungan kau berpikir saat orang tuamu ingin meminta tinggal diruamahmu, padahal ia hanya ingin melalui sisa umurnya bersamamu.

Tapi percayalah, rasa sesal akan menyelimutmu, saat mereka telah tiada, bahkan kau akan sangat berharap bertemu lagi walau itu hanya sesaat, untuk memeluk, berbaring dipangkuan mereka, dan mengungkapkan betapa rindunya kamu dengan orang tuamu.


Dan hal itu yang kurasakan sekarang.

sumber gambar :pecintaanakyatim.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

Thursday, March 31, 2016

Umar r.a sedang berjalan –jalan dengan Abu ubaidah r.a, di perjalanan mereka bertemu seorang wanita, wanita itu berkata “ya Umar dulu kau dipanggil Umair (Umar muda) dan kau dulu sering bergulat dengan anak anak di pasar Ukad. Sekarang kau dipanggi Umar,dan tidak lama setelah itu kau diangkat menjadi Amirul Mukminin, jadi takutlah kepada Allah ya Umar, dan ketahuilah bahwa Allah akan menanyaimu perihal rakyatmu, bagaimana kamu mengurus mereka.

Kemudian Umar mulai menangis begitu dalam sehingga Abu Ubaidah menyalahkan wanita itu, Umar r.a kemudian berkata “Biarkanlah dia ya Abu Ubaidah karena dialah seseorang yang suaranya didengar Allah di atas langit ketujuh.”

Pada suatu malam Umar r.a mendengar suara wanita tua berkata kepada cucu perempuannya “campurkan susunya dengan air” jadi sang anak berkata “Wahai neneku tidakkah kau mendengar bahwa Amirul Mukminin Umar r.a melarang mencampur susu dangan air?” tanpa mengetahui Umar ada mendengar nenek itu berkata “Dan dimanakah Umar sekarang, apakah Umar melihat kita?”

Jadi cucu perempuannya yang beriman, yang yakin bahwa Allah melihat perbuatan mereka, berkata “Jika Umar tidak dapat melihat kita, maka sesungguhnya Tuhannya Umar dapat melihat kita!”
Ibn Umar suatu ketika berpapasan dengan seoarang pengembala digurun, lalu Umar mengujinya dengan berkata “Juallah kepada kami seekor kambing dari gembalamu.”

Pengembala itu berkata “Aku hanya seorang budak, dan aku hanya dipercaya untuk mengembalakan kambing”

Jadi Umar berkata kepadanya “Katakan kepada tuanmu bahwa seekor serigala telah memangsanya.”
“jika aku berkata kapada tuanku seekor serigala memakannya, maka apa yang akan kukatakan kepada Allah?”

Apa yang akan kukatakan jika tubuh ini bisa berbicara kelak,  pada hari itu, lidah, tangan dan kaki mereka akan menjadi saksi atas mereka, terhadap apa yang dulu mereka kerjakan.” (Quran 24:24)
Dihari itu Allah akan memberi balasan setimpal menurut semestinya,  dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Quran 24:25)

Jadi Ibn Umar menangis dan menyuruh seseorang membebaskannya dari budak, kemudian berkata kepadanya “sebuah kalimat membebaskanmu di dunia ini, Aku berdoa kepada Allah agar kalimat itu membebaskanmu pada hari kau menemui-Nya.” Dia mengatakannya dengan hati yang penuh keimanan, dan kesadaran diri terhadap Maha Penyayang, ‘Apa yang akan kukatakan kepada Allah?’

Jika kita ingin mengetahui tingkat keimanan kita, maka awasi diri kita ketika sendiri, sesungguhnya iman tidak terwujud didalam melaksanakan shalat, dua raka’at atau berpuasa pada suatu hari melainkan iman terwujud dalam peruangan melawan diri sendiri dan hawa nafsu. Demi Allah Nabi Yusuf a.s tidak diberikan derajat yang tinggi kecuali ketika dia melalui ujian itu.

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menhan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (Quran 79:40-41)

Dari ketujuh golongan yang akan diberi naungan oleh Allah dihari dimana tempat bernaung kecuali naungan-Nya, seseorang yang mengingat Allah ketika sendirian dan matanya basah akan air mata, dan seorang pria yang digoda wanita cantik dan mempunyai jabatan tinggi untuk melakukan perzinaan, tapi pria itu berkata “Aku takut kepada Allah,”

Celakalah kepada dosa-dosa, betapa jeleknya dampak dari dosa, dan betapa jahatnya kabarnya, dan apakah dosa-dosa terjadi kecuali ketika sedang sendiri, atau dalam keadaan tidak taat?

Wahai kalian yang tidak bisa bersabar atas apa yang kalian hasratkan, katakan kepadaku siapakah kamu? Dan apa pengetahuanmu? Seberapa tinggi derajat yang telah kamu capai?

Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang yaiut kiamat, pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapaun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tingga(nya). (Qs. AnNazi : 34-41)
sumber gambar : brianmuslim.blogspot.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#01April

Tuesday, March 22, 2016

Pemuda berumur 20 tahun, seorang shaleh, muadzin, dan pengahafal Quran, ia juga dikenal karena kepribadiannya yang baik dan sholeh.

Suatu saat dipagi hari, ia pergi kerumah kakek neneknya, didesa dekat kotanya, dia sendiri berasal dari Jeddah

Ia pergi bersama teman-temannya kerumah kakek neneknya, mereka pergi dengan tujuan membagi-bagikan kurma kepada fakir miskin, membantu, dan membagikan buku-buku dan kaset dakwah disana, ketika kegiatan itu selesai, mereka pulang dan pemuda itu pulang kerumah kakek neneknya.

Pada malam hari pemuda ini ingin tidur diruang tamu, tapi kakek menyuruhnya untuk tidur diruang belakang rumah, agar ia bisa lebih nyaman tidur, dan lebih mudah bangun untuk sholat subuh, pemuda ini pun pergi keruang belakang rumah dan menggelar matrasnya, lalu pemuda ini berdzikir sebentar dan tertidur.

Di rumah kakeknya ada seorang pembantu wanita yang berparas cantik, saat jam dua malam pemuda ini merasa pintu ruangannya terbuka dan tertutup beberapa kali, tetapi ia tidak memperhatikannya, ia mengira itu hanya mimpi, kemudian ia merasa ada seseorang yang tidur disampingnya, memeluknya dan menciumnya dari belakang.

Bayangkan jika kita ada diposisi ini, sungguh ini ujian yang berat, godaan yang begitu berat, kesempatan nikmat ini, disaat tidak ada orang yang melihat dan mendengar, kecuali yang Maha Melihat dan Mendengar, yang akan menjadi saksi perbuatan ini.

Sang pemuda tadi terbangun dari kasurnya, ia mendorong wanita itu dan menamparnya, pemuda itu langsung memakai pakaiannya dan bergegas pergi kemesjid.

Ia ketakutaan dan menangis hingga adzan subuh, saat pagi kejadian ini diceritakan pada kakeknya, dan kurang dari seminggu pembantu itu dipecat.

Setelah kejadian itu pemuda ini menjadi sering muram, karena ketakutannya ia kepada Allah. Sebenarnya ia tidak ingin kisah ini diceritakan kepada orang lain, tapi temannya tetap menceritakan karena betapa besar hikmah yang ada didalam kisah ini.

Sumber gambar : antum.or.id

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#22Maret


Friday, March 18, 2016

Akhirnya hari yang ditunggu keluarga ini telah tiba, setahun sekali waktu ini tiba, hari dimana mereka mengunjungi orang tua Bani yang ada dikampung, sangat jauh, dua hari perjalanan untuk sampai tujuan, walaupun jauh, perjalanan ini menyenangkan bagi keluarga Bani dan anak-anaknya.

Bani sudah lama tak bertemu dengan ayah dan ibunya, hari ini senyum kedua orang tuanya sudah terbayang dibenaknya, ibunya tak kalah rindu dengannya, hampir setiap hari ia berbicara via telepon dengan ibunya, terutama hari semakin dekat pertemuan mereka, sehari bisa tiga kali ibu Bani menelpon, semakin banyak hal yang dibicarakan ibu Bani, seperti mengingatkan  perlengakapan perjalanan, dan obat-obatan untuk cucu-cucunya.

“Ibu nanti mau oleh-oleh apa?”

“Gak usah repot-repot nak, kamu datang aja ibu udah senang sekali”

“Iya bu, ibu doain ya kita lancar dijalan, nih cucu-cucu ibu udah gak sabaran mau kesana”

Kadang ibu meneteskan air mata jika sudah tak mampu menahan rindunya, rindunyapun bertambah saat suara cucu-cucunya terdengar di telepon.

Anak Bani sepuluh orang, lima lelaki dan lima perempuan, sebuah kebanggaan tersendiri bagi Bani mempunyai anak banyak, dan sebagai cintanya kepada sunnah Rasulullah untuk mempunyai anak banyak, baginya anak-anaknya adalah investasi akhirat. Untuk anak laki-laki ia sangat bercita-cita menjadikannya pejuang-pejuang Islam, berani bertindak benar, dan bermanfaat untuk ummat.

Dan anak-anak perempuannya, ia sangat mendidiknya dengan menjunjung tinggi rasa malu, bagi Bani wanita harus punya sikap malu yang tinggi, sikap tidak berlebihan, menjaga tingkahnya, hingga lelaki tak mudah tergoda dan yang memandangnya segan mengganggunya.

Istri Bani wanita yang shalihah, tak banyak bicara tapi tetap anggun, hari ini ia sangat sibuk, mempersiapkan kebutuhan perjalanan anak-anaknya.

Bersambung...

Sumber gambar : ulfianita109.wordpress.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#BelajarCerpen

#18Maret

Wednesday, March 16, 2016

Ibn Al Jawzi yang menceritakan kisah ini, disebuah kota orang-orang saat itu menyembah pohon, mereka beribadah,thawaf mengelilingi pohon, dan memberi sesajen pohon tersebut, mereka menganggap pohon itu adalah dewa.

Namun di kota ini masih ada  orang yang shaleh, dan ingin menghentikan kesyirikan ini, untuk menghindari konflik dengan penduduk setempat, orang ini memutuskan menebang pohon tersebut di malam hari pada saat penduduk kota sedang tidur.

Ia pun mengambil sebuah kapak, lalu berjalan menuju pohon itu, ditengah perjalanan ada setan berwujud manusia menghadangnya.

Setan bertanya “kemana engkau pergi?”

Aku  ingin memotong pohon  itu” jawab orang ini.

Setan : “jangan”

Orang shaleh : “aku harus memotong pohon  itu”

Meraka pun bertarung, orang shaleh ini menang mengalahkan setan yang berwujud manusia, setan ini pintar, ketika setan tidak berhasil dengan cara ini, dia punya trik lainnya.

Setan berkata “begini saja, kau orang yang shaleh, dan penduduk disini akan masuk neraka, aku punya penawaran yang bagus untukmu, kamu pulang dan tak perlu bekerja, aku akan memberimu dua dinar tiap harinya, maka kau dapat lebih fokus untuk beribadah, tanpa perlu memikirkan mencari nafkah, kau tak usah perdulikan penduduk yang bergelimang syirik ini, sudah tidak ada harapan untuk mereka.

Orang shaleh ini berkata “benar juga”.

Orang yang berilmu tidak akan mudah tergoda dengan rayuan, orang berilmu akan lebih kuat melawan setan dari pada seribu orang yang ahli ibadah. Seseorang yang rajin beribadah tapi tidak punya ilmu akan lebih mudah ditipu dan dipermainkan oleh setan, tapi ketika orang berilmu ia tidak akan mudah ditipu, karena mancari nafkah juga adalah bagian dari ibadah.

Tapi orang shaleh ini malah tebujuk rayuan setan karena kurangnya ilmu, dia pulang dan keesokan paginya ia menemukan dua dinar yang dijanjikan setan di bantalnya, di hari kedua ia kembali menemukan dua dinar dipagi hari, dan dihari ketiga ia tidak mendapatkan dua dinar lagi, orang shaleh ini berkata “kenapa dia melanggar janjinya, oke malam ini aku akan membawa kapak, dan menebang pohon itu”.

Saat malam hari ia pergi membawa kapak, dan berniat menebang pohon itu, di tengah perjalanan ia dihadang oleh setan lagi, “apa yang kau lakukan” setan itu bertanya, orang ini menjawab “aku akan menebang pohon itu”, jangan!, tidak aku harus menebangnya” . mereka bertarung lagi, dan akhirnya pemuda ini kalah dalam pertarungan. Orang shaleh ini berkata “bagaimana mungkin aku kalah, padahal dalam pertarungan yang lalu aku memenangkannya”.

Setan berkata “dipertarungan pertama kau melakukannya karena Allah, dan dipertarungan yang sekarang kau melakukkannya karena dua dinnar”.

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

#17Maret

sumber gambar : www.youtube.com
A call-to-action text Contact us