:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Wednesday, February 24, 2016

“Wanita biasanya dinikahi karena empar hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim) 
Ini kisah tentang Imam Ahmad bin Hanbal, ketika Imam Ahmad bin Hanbal menyelesaikan pendidikannya ia memutuskan untuk menjadi Imam atau Syeikh dari mesjid dan ia juga ingin menikah saat itu.

Maka Imam berkata kepada Bibinya “pergi ke keluarga Fulan bin fulan, aku mendengar kabar bahwa keluarga mereka shaleh, dan lihat bagaimana kedua putri mereka, lihat rupa dan agama mereka, lalu ceritakan kepadaku agar aku bisa menikahi mereka jika mereka baik.

Saat bibinya kembali dari keluarga fulan bin fulan  lalu bercerita kepada Imam Ahmad bin Hanbal, bibinyapun terlihat kagum pada kedua putri mereka. Bibinya bercerita “Allahuakbar adiknya mempunyai mata hitam yang indah, bulu  matanya masyaAllah, rambutnya panjang dan berombak, dan kulitnya pun putih bersih” bibinya terus-terusan memuji putri kedua keluarga fulan.

Ahmad bin Hanbal hanya mendengarkan, lalu berkata “bagaimana dengan kakaknya?” bibinya berkata “oh’ jangan yang itu,  rambutnya jelek dan keriting, kulitnya pun hitam” seolah bibinya menyarankan jangan memilih kakaknya. Lalu Ahmad bin Hanbal berkata lagi “bagaimana dengan agamanya dan ketaatannya?” bibinya bertkata “oh tentu kakanya lebih shaleh,  aku ingin menikahinya” sahut Imam Ahmad.

Imam Ahmad pun menikahi kakaknya, dan setelah 20 tahun menikah istrinya pun meninggal, Imam Ahmad menguburkannya, dan didekat kuburnya Imam Ahmad berkata “Semoga Allah merahmati Umm Salih, tidak sekalipun ia menentangku, dia tidak pernah sekalipun membuatku marah dan membuatku kesal.”

Referensi : Youtube, Lampu Islam, Bagaimana Imam Ahmad bin Hanbal Menikah
Sumber Gambar : rizqoo.wordpress.com

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#25Feb





Sunday, February 21, 2016


Pas jam 17.00, waktunya pulang kerumah, waktu ini seperti angin segar menghembus halus di kepalaku, terbayang senyum putriku yang baru berumur satu tahun, senyumnya indah seperti bunga yang baru mekar dipagi hari dengan cahaya matahri menyinari langsung disetiap kelopaknya, anakku adalah anugerah dari-Nya yang dipercayakan kepadaku.

Bergegas aku mematikan komputer dan merapikan meja kerjaku seakan rasa kangen ku sudah lama aku pendam dan ingin aku lampiaskan saat bertemu dirumah.

Kukendarai motor matic yang telah lama aku punya, banyak perjuangan bersama benda yang berwarna biru ini, ia sudah seperti teman seperjuanganku. Kaca helm kubiarkan terbuka agar aku bisa merasakan sejuknya angin yang meraba wajahku, tiba-tiba wangi parfum yang indah masuk kehidungku dan membuat otakku bergegas mencari dari mana asalnya wangi indah ini yang ikut mengalir didarahku.

Terlihat di depan tak jauh dariku sekitar 10m seorang wanita berbaju t-shirt ketat merah dengan body montok dan kulit putih mulus terlihat dari lengannya, sebagai lelaki normal pastinya tergoda dengan hal ini, sama halnya dengan menggoda kucing dengan ikan segar dengan aroma ikannya.

Aku berusaha tak menjadi seperti binatang, menikmati semua hidangan tanpa harus memfilternya terlebih dahulu, tak lama pandanganku kuarahkan  kearah lain agar mata ini tak dapat menyantap pemandangan indah yang dihiasi syaitan.

”Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (At-Tirmidzi)”.  

astaghfirullah sudah cukup” kataku dalam hati, nikmat penglihatan ini tak seharusnya aku gunakan untuk memandang yang bukan haknya, wanita itu adalah hak suaminya, dan hakku adalah hanya istriku.

Tak lama pikiran yang lain datang seperti ide segar yang baru datang, “pemandangan ini sungguh indah, dan ini sebuah kesempatan untuk menikmatinya, hanya sebentar, nikmati saja, mumpung ada didepan mata, bukan salah saya jika wanita itu tiba-tiba ada didepan motor saya, ini namanya rejeki”.

Dihati Aku mulai berbicara dengan ku sendiri “jangan ini hanya nikmat sementara, inilah ujian dunia, kita manusia diciptakan memang untuk diuji, dan seperti halnya sekolah, jangan harap dapat naik tingkat jika tidak diuji, karena sekolah memang tempatnya diuji. Tinggalkan pemandangan indah itu, maka Allah akan mengganti dengan hal yang lebih baik.

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad) 

Kuyakinkan diriku sendiri akan janji Allah yang akan menggantinya dengan hal yang lebih baik, dan mendapatkan berkahNya merasakan manisnya iman.

Segera kukencangkan motorku melaju untuk menyelisihi wanita itu, sambil menahan nafas agar aku tak mencium wanginya yang membuat otakku kembali mencari wanita itu, memang benar sabda Rasulullah tentang larangan parfum bagi wanita.

Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Karena wangi wanita itu sangat menggoda untuk melanjutkan pikiran tentang hal buruk lainnya.  Aku tetap  berusaha menjaga pandangan agar tak terlihat tubuh wanita itu, jika saja ada kaca mata kuda mungkin akan kugunakan saat itu.

Godaan-godaan inilah yang membuat kita tak dapat lagi melihat keindahan istri kita sendiri, karena kita terlalu menikmati hal-hal yang haram, hingga yang halal menjadi membosankan, jaga pandanganmu lelaki, tundukkan pandanganmu, itulah hijab untukmu, terlebih lagi di zaman ini dimana banyak wanita tak lagi malu menunjukan auratnya.

Sumber Gambar: al-uyeah.blogspot.com

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#TantanganMingguKe3
#Analogi

#BayarUtang :D

Tuesday, February 16, 2016


Ketika penduduk surga melihat langit dan sekilas ada cahaya kilat, mereka bertanya “wahai malaikat cahaya apa itu?” itu adalah senyum istri-istrimu disurga, ketika mereka tersenyum begitu indahnya hingga menyebabkan kilat cahaya dilangit. (hr.Imam Ahmad).

Ibnul Qayyim berbicara tentang bidadari surga, jika wanita yang hanya terbuat dari tanah begitu cantiknya, bagaimana dengan Hur’ain (bidadari surga) yang terbuat dari zafaron, begitu indahnya mereka hingga sum-sum betisnya terlihat, tubuh mereka sangat indah, musik mereka sangat indah, bernyanyi untuk suami mereka begitu indahnya, dan betapa wangi mereka.

Dan Allah memberi energi lebih penduduk surga untuk meniduri istri-istri mereka, hingga mereka tak pernah tidur.

Ibnu Qoyim juga berkata bahwa lelaki disurga tak berjenggot, dan wanita surga tak berjilbab, jadi jilbab hanya untuk wanita-wanita dunia.

Dalam hadits shahih Aisyah R.A melihat sekumpulan wanita yang berdandan berlebihan lewat didepannya, dan ketika Aisyah lewat didepannya yang menggunakan pakaian menutup aurat hitam seluruhnya, lalu Aisyah melihat mereka dan berkata “nikmatilah dunia,untuk kalian dunia ini, dan untuk kami di akhirat.

Lihatlah keteguhan wanita shalihah ini, bagi para wanita muslimah tutuplah auratmu didunia ini, kecantikanmu ada diakhirat.

Ibnul Qayyim berkata “ketika seorang penduduk surga beistrikan Hur’ain, datanglah seorang wanita yang kecantiknnya membuat penduduk surga melupakan bidadari-bidadarinya, siapakah wanita ini? wanita ini adalah istri mereka saat di dunia, sehingga istrinya menjadi ratu dari para Hur’ain (bidadari-bidadari surga).

Ibnul Qayyim berkata lagi “apakah pria surga ini memikirkan bidadari-bidadari surga saat bersama istrinya? Tidak, karena kecantikan istrinya suami mereka tidak akan sempat memikirkan Hur’ain”.

Wanita-wanita didunia saat disurga lebih cantik dari Hur’ain karena perjuangan mereka didunia, kesulitan-kesulitan yang mereka alami. Sedangkan bidadari surga tidak pernah merasakan hal itu, mereka tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dicemoh saat berhijab, mereka tidak merasakan sulitnya patuh pada suami.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani, hadits ini dhaif bahkan munkar).

Demi Allah lagi maha pemurah lagi maha penyayang, yang memberi balasan setimpal untuk perbuatan serta amal-amal kita didunia, semoga hal ini membuat kita termotivasi untuk lebih mendahulukan akhirat dari pada dunia, lebih sadar akan berharganya akhirat ini berkali-kali lipat dari dunia.

Referensi                     : 1. Youtube, Lampu Islam, Seberapa Cantik Bidadari Surga
                                      2. Muslimah.Or.id, Cantiknya Bidadari Surga

Sumber Gambar          : http://indrawanyan.tumblr.com















A call-to-action text Contact us