:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Showing posts with label KepepetCerpen. Show all posts
Showing posts with label KepepetCerpen. Show all posts

Friday, March 18, 2016

Akhirnya hari yang ditunggu keluarga ini telah tiba, setahun sekali waktu ini tiba, hari dimana mereka mengunjungi orang tua Bani yang ada dikampung, sangat jauh, dua hari perjalanan untuk sampai tujuan, walaupun jauh, perjalanan ini menyenangkan bagi keluarga Bani dan anak-anaknya.

Bani sudah lama tak bertemu dengan ayah dan ibunya, hari ini senyum kedua orang tuanya sudah terbayang dibenaknya, ibunya tak kalah rindu dengannya, hampir setiap hari ia berbicara via telepon dengan ibunya, terutama hari semakin dekat pertemuan mereka, sehari bisa tiga kali ibu Bani menelpon, semakin banyak hal yang dibicarakan ibu Bani, seperti mengingatkan  perlengakapan perjalanan, dan obat-obatan untuk cucu-cucunya.

“Ibu nanti mau oleh-oleh apa?”

“Gak usah repot-repot nak, kamu datang aja ibu udah senang sekali”

“Iya bu, ibu doain ya kita lancar dijalan, nih cucu-cucu ibu udah gak sabaran mau kesana”

Kadang ibu meneteskan air mata jika sudah tak mampu menahan rindunya, rindunyapun bertambah saat suara cucu-cucunya terdengar di telepon.

Anak Bani sepuluh orang, lima lelaki dan lima perempuan, sebuah kebanggaan tersendiri bagi Bani mempunyai anak banyak, dan sebagai cintanya kepada sunnah Rasulullah untuk mempunyai anak banyak, baginya anak-anaknya adalah investasi akhirat. Untuk anak laki-laki ia sangat bercita-cita menjadikannya pejuang-pejuang Islam, berani bertindak benar, dan bermanfaat untuk ummat.

Dan anak-anak perempuannya, ia sangat mendidiknya dengan menjunjung tinggi rasa malu, bagi Bani wanita harus punya sikap malu yang tinggi, sikap tidak berlebihan, menjaga tingkahnya, hingga lelaki tak mudah tergoda dan yang memandangnya segan mengganggunya.

Istri Bani wanita yang shalihah, tak banyak bicara tapi tetap anggun, hari ini ia sangat sibuk, mempersiapkan kebutuhan perjalanan anak-anaknya.

Bersambung...

Sumber gambar : ulfianita109.wordpress.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#BelajarCerpen

#18Maret

Wednesday, March 2, 2016

Presiden Obaba bangun dipagi  hari, hidupnya cerah hari ini, disambut dengan kicauan burung peliharaannya, tak lama hidupnya yang ia rasa cerah itu menjadi suram, saat mendapat pesan singkat di handphonenya, pesan itu dari seorang mafia yang mempunyai banyak perusahaan besar dari dalam dan luar negeri ia bernama Khala.

Sekitar 70% perusahaan Khala menguasai negara Bhebec, hartanya sangat melimpah, dengan uangnya yang banyak, ia dapat mengubah dan membuat peraturan baru, dengan itu dapat melancarkan dan tidak menganggu usaha-usaha yang ia jalani di negeri ini. Semua cara ia lakukan untuk terus mengembangkan usahanya, dan sering merugikan banyak rakyat negeri Bhebec.

Pernah ia ingin membuka lahan sawit hutan yang masih perawan, tapi dengan seenaknya ia membakar yang akibatnya tak ada tempat hewan untuk berlindung, banyak binatang liar akhirnya keperkampungan, tapi orang-orang kampung malah membunuh binatang itu karena membahayakan nyawa mereka. Akibat dari pembakaran itu juga banyak asap tersebar perumahan warga, hingga banyak anak-anak yang terkena penyakit sesak nafas, kendaraan terganggu jalannya karena jarak pandang yang pendek akibat asap.

Khala juga pernah disidang atas tindakan-tindakan ilegalnya, tapi karena ia punya uang yang banyak, hakim dengan dengan mudah di suap, tapi kini Khala gelisah dengan seorang aktivis yang banyak membuat artikel-artikel yang mempromosikan Syariah Islam agar dijadikan sebagai peraturan di negara Bhebhec ini, ini berbahaya baginya, jika masyarakat banyak mendukung dan syariah dijadikan panduan untuk mengatur negara dari sisi ekonomi, dan sisi mengatur moral msyarakat, maka makin ia tidak bebas melakukan pengembangan usahanya.

Karena banyak usahanya yang tidak sesuai syariah, seperti bank yang menggunakan sistem riba yang jelas dalam sistem islam itu tidak diperbolehkan, dan hal yang paling ia khawatirkan adalah perusahaan tambang emas yang berada di sisi ujung timur negara Bhebec, perusahaan itu bernama Bleepot, disitu penghasilan terbesarnya, dan akan diambil alih oleh pemerintah jika negara ini menggunakan aturan Syariah.

Dalam aturan syariah SDA tidak boleh dikuasai swasta, dalam islam itu harusnya dikuasai negara, oleh karena itu tidak ada pajak untuk masyarakat, pemasukan negara berasal dari sumber daya alam yang negara kelola, dengan hasil tambang yang melimpah ruah itu, di gunakan untuk memakmurkan rakyat, dengan gratisnya pendidikan, rumah sakit, dan bahan bakar.

Tentu bagi seorang kapitalis seperti Khala, kata gratis itu merupakan yang sia-sia, baginya tidak ada keuntungan jika kata gratis itu diterapkan dalam kehidupaannya. Karena merasa terganggu dengan aktivis ini, ia berusaha menutup mulut Amat, nama aktivis syariah ini. segala cara ia akan lakukan untuk mengehentikan Amat.

Khala pun berencana untuk membunuh Amat, ia akan berpura-pura tertarik pada Amat dan mendukung perjuangannya, dan seolah ia menjadi pengusaha yang bertobat. Ia akan mengundang Amat untuk bertemu disebuah cafe yaitu Boliver Cafe, dan disitulah ia akan meracuni Amat dengan sianida yang dicampur dengan kopi.

 Karena Boliver Cafe juga usaha miliknya, tentu tidak sulit memerintahkan salah satu karyawannya untuk mencampurkan sianida kedalam kopi yang disediakan untuk Amat nantinya. Untuk lebih meyakinkan dan menarik Amat agar mau menerima undangannya itu, ia menawarkan data bukti dan nama orang-orang yang telah melakukan korupsi dan tindakan ilegal lainnya.

Sebelum bertemu dengannya ia mempersiapkan berkas-berkas dokumen dan flasdisk seolah itu adalah bukti data-data dan bukti yang ia janjikan kepada Amat.

Tapi sebelumnya, Khala meminta agar presiden melindunginya, jika berhasil membunuh Amat, Khala meminta agar penyelidikan nantinya dapat melindunginya dari jeratan hukum, presiden pun tak bisa menolaknya, karena Khala adalah penyumbang terbesar saat ia berkampanye untuk menjabat presiden seperti saat ini, presindenpun skarang masih sering menerima suap dari Khala, jika ada peraturan atau kebijakan-kebijakan yang menguntungkan perusahaan Khala.

Itulah sebabnya, pagi ini kecerahan hidup Presiden Obaba terganggu karena pesan dari Khala, “Dosa apa lagi yang akan kulakukakan hari ini” berkata Presiden dalam hati.

*Jika ada nama dan cerita yang sama sesuai kenyataan, anggap saja ini kebetulan belaka dan bukan disengaja.

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#TantanganMingguPertama
#03Maret


Sunday, January 31, 2016





Istriku terus berbicara kasar padaku, sungguh aku sangat sakit hati, iya terus membicarakan tentang kesalahan - kesalahanku dan kekurangan - kekuranganku, sepertinya aku tak mampu menjadi suami yang baik dimatanya, padahal itu asal muasalnya hanya masalah kecil, Aku hanya diam pura-pura tak mendengar dan berusaha untuk tidak mendengar ocehannya, Jika aku mendengarnya sakit hati ku bertambah.
Ingin rasanya aku membantah, tapi percuma yang ada dia malah menambah ocehan dan menambah sakit hatiku, sempat berpikir untuk membentaknya, atau membanting barang agar dia terhentak dan kaget lalu dia terdiam, tapi teringat pesan Rasul bahwa Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” {H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani}, dalam Islam pun melarang untuk memukul istri dimuka dan membuat sakit seperti sabda Rasul berikut, “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}

Ia masih saja mengoceh, lalu aku mandi karna aku baru sampai dirumah dari bekerja, setelah mandi istriku tak mengoceh lagi, mungkin emosinya sudah stabil, setelah aku memakai baju istriku mendatangiku dan meminta maaf padaku, ia meminta maaf karna telah marah - marah padanya, aku tau dia sangat mengharap ridho suaminya, ia sadar ridho suaminya adalah penentu surga dan nerakanya kelak, sesuai dengan hadist Rasull "Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga."  (HR At-Tirmidzi).

Mendengar istriku meminta maaf tentu saja aku memaafkannya, entah mengapa rasa kesalku langsung hilang pada saat itu juga, dalam hati aku hanya berdoa dan bersyukur mempunyai istri seperti dia, semoga Allah swt. menjaga kebersamaan kami dan membimbing kami untuk lebih taat dengan-Nya.

#OneDayOnePost
#HariKelimabelas
#BelajarCerpen
#Fiksi
A call-to-action text Contact us