Akhirnya hari yang
ditunggu keluarga ini telah tiba, setahun sekali waktu ini tiba, hari dimana
mereka mengunjungi orang tua Bani yang ada dikampung, sangat jauh, dua hari
perjalanan untuk sampai tujuan, walaupun jauh, perjalanan ini menyenangkan bagi
keluarga Bani dan anak-anaknya.
Bani sudah lama tak
bertemu dengan ayah dan ibunya, hari ini senyum kedua orang tuanya sudah
terbayang dibenaknya, ibunya tak kalah rindu dengannya, hampir setiap hari ia
berbicara via telepon dengan ibunya, terutama hari semakin dekat pertemuan
mereka, sehari bisa tiga kali ibu Bani menelpon, semakin banyak hal yang
dibicarakan ibu Bani, seperti mengingatkan
perlengakapan perjalanan, dan obat-obatan untuk cucu-cucunya.
“Ibu nanti mau
oleh-oleh apa?”
“Gak usah repot-repot
nak, kamu datang aja ibu udah senang sekali”
“Iya bu, ibu doain ya
kita lancar dijalan, nih cucu-cucu ibu udah gak sabaran mau kesana”
Kadang ibu meneteskan air
mata jika sudah tak mampu menahan rindunya, rindunyapun bertambah saat suara
cucu-cucunya terdengar di telepon.
Anak Bani sepuluh
orang, lima lelaki dan lima perempuan, sebuah kebanggaan tersendiri bagi Bani
mempunyai anak banyak, dan sebagai cintanya kepada sunnah Rasulullah untuk
mempunyai anak banyak, baginya anak-anaknya adalah investasi akhirat. Untuk anak
laki-laki ia sangat bercita-cita menjadikannya pejuang-pejuang Islam, berani
bertindak benar, dan bermanfaat untuk ummat.
Dan anak-anak
perempuannya, ia sangat mendidiknya dengan menjunjung tinggi rasa malu, bagi Bani
wanita harus punya sikap malu yang tinggi, sikap tidak berlebihan, menjaga
tingkahnya, hingga lelaki tak mudah tergoda dan yang memandangnya segan mengganggunya.
Istri Bani wanita yang
shalihah, tak banyak bicara tapi tetap anggun, hari ini ia sangat sibuk, mempersiapkan
kebutuhan perjalanan anak-anaknya.
Bersambung...
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#BelajarCerpen
#18Maret
0 komentar:
Post a Comment