:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Showing posts with label Motivasi Islami. Show all posts
Showing posts with label Motivasi Islami. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Umar r.a sedang berjalan –jalan dengan Abu ubaidah r.a, di perjalanan mereka bertemu seorang wanita, wanita itu berkata “ya Umar dulu kau dipanggil Umair (Umar muda) dan kau dulu sering bergulat dengan anak anak di pasar Ukad. Sekarang kau dipanggi Umar,dan tidak lama setelah itu kau diangkat menjadi Amirul Mukminin, jadi takutlah kepada Allah ya Umar, dan ketahuilah bahwa Allah akan menanyaimu perihal rakyatmu, bagaimana kamu mengurus mereka.

Kemudian Umar mulai menangis begitu dalam sehingga Abu Ubaidah menyalahkan wanita itu, Umar r.a kemudian berkata “Biarkanlah dia ya Abu Ubaidah karena dialah seseorang yang suaranya didengar Allah di atas langit ketujuh.”

Pada suatu malam Umar r.a mendengar suara wanita tua berkata kepada cucu perempuannya “campurkan susunya dengan air” jadi sang anak berkata “Wahai neneku tidakkah kau mendengar bahwa Amirul Mukminin Umar r.a melarang mencampur susu dangan air?” tanpa mengetahui Umar ada mendengar nenek itu berkata “Dan dimanakah Umar sekarang, apakah Umar melihat kita?”

Jadi cucu perempuannya yang beriman, yang yakin bahwa Allah melihat perbuatan mereka, berkata “Jika Umar tidak dapat melihat kita, maka sesungguhnya Tuhannya Umar dapat melihat kita!”
Ibn Umar suatu ketika berpapasan dengan seoarang pengembala digurun, lalu Umar mengujinya dengan berkata “Juallah kepada kami seekor kambing dari gembalamu.”

Pengembala itu berkata “Aku hanya seorang budak, dan aku hanya dipercaya untuk mengembalakan kambing”

Jadi Umar berkata kepadanya “Katakan kepada tuanmu bahwa seekor serigala telah memangsanya.”
“jika aku berkata kapada tuanku seekor serigala memakannya, maka apa yang akan kukatakan kepada Allah?”

Apa yang akan kukatakan jika tubuh ini bisa berbicara kelak,  pada hari itu, lidah, tangan dan kaki mereka akan menjadi saksi atas mereka, terhadap apa yang dulu mereka kerjakan.” (Quran 24:24)
Dihari itu Allah akan memberi balasan setimpal menurut semestinya,  dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Quran 24:25)

Jadi Ibn Umar menangis dan menyuruh seseorang membebaskannya dari budak, kemudian berkata kepadanya “sebuah kalimat membebaskanmu di dunia ini, Aku berdoa kepada Allah agar kalimat itu membebaskanmu pada hari kau menemui-Nya.” Dia mengatakannya dengan hati yang penuh keimanan, dan kesadaran diri terhadap Maha Penyayang, ‘Apa yang akan kukatakan kepada Allah?’

Jika kita ingin mengetahui tingkat keimanan kita, maka awasi diri kita ketika sendiri, sesungguhnya iman tidak terwujud didalam melaksanakan shalat, dua raka’at atau berpuasa pada suatu hari melainkan iman terwujud dalam peruangan melawan diri sendiri dan hawa nafsu. Demi Allah Nabi Yusuf a.s tidak diberikan derajat yang tinggi kecuali ketika dia melalui ujian itu.

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menhan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (Quran 79:40-41)

Dari ketujuh golongan yang akan diberi naungan oleh Allah dihari dimana tempat bernaung kecuali naungan-Nya, seseorang yang mengingat Allah ketika sendirian dan matanya basah akan air mata, dan seorang pria yang digoda wanita cantik dan mempunyai jabatan tinggi untuk melakukan perzinaan, tapi pria itu berkata “Aku takut kepada Allah,”

Celakalah kepada dosa-dosa, betapa jeleknya dampak dari dosa, dan betapa jahatnya kabarnya, dan apakah dosa-dosa terjadi kecuali ketika sedang sendiri, atau dalam keadaan tidak taat?

Wahai kalian yang tidak bisa bersabar atas apa yang kalian hasratkan, katakan kepadaku siapakah kamu? Dan apa pengetahuanmu? Seberapa tinggi derajat yang telah kamu capai?

Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang yaiut kiamat, pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapaun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tingga(nya). (Qs. AnNazi : 34-41)
sumber gambar : brianmuslim.blogspot.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#01April

Tuesday, March 22, 2016

Pemuda berumur 20 tahun, seorang shaleh, muadzin, dan pengahafal Quran, ia juga dikenal karena kepribadiannya yang baik dan sholeh.

Suatu saat dipagi hari, ia pergi kerumah kakek neneknya, didesa dekat kotanya, dia sendiri berasal dari Jeddah

Ia pergi bersama teman-temannya kerumah kakek neneknya, mereka pergi dengan tujuan membagi-bagikan kurma kepada fakir miskin, membantu, dan membagikan buku-buku dan kaset dakwah disana, ketika kegiatan itu selesai, mereka pulang dan pemuda itu pulang kerumah kakek neneknya.

Pada malam hari pemuda ini ingin tidur diruang tamu, tapi kakek menyuruhnya untuk tidur diruang belakang rumah, agar ia bisa lebih nyaman tidur, dan lebih mudah bangun untuk sholat subuh, pemuda ini pun pergi keruang belakang rumah dan menggelar matrasnya, lalu pemuda ini berdzikir sebentar dan tertidur.

Di rumah kakeknya ada seorang pembantu wanita yang berparas cantik, saat jam dua malam pemuda ini merasa pintu ruangannya terbuka dan tertutup beberapa kali, tetapi ia tidak memperhatikannya, ia mengira itu hanya mimpi, kemudian ia merasa ada seseorang yang tidur disampingnya, memeluknya dan menciumnya dari belakang.

Bayangkan jika kita ada diposisi ini, sungguh ini ujian yang berat, godaan yang begitu berat, kesempatan nikmat ini, disaat tidak ada orang yang melihat dan mendengar, kecuali yang Maha Melihat dan Mendengar, yang akan menjadi saksi perbuatan ini.

Sang pemuda tadi terbangun dari kasurnya, ia mendorong wanita itu dan menamparnya, pemuda itu langsung memakai pakaiannya dan bergegas pergi kemesjid.

Ia ketakutaan dan menangis hingga adzan subuh, saat pagi kejadian ini diceritakan pada kakeknya, dan kurang dari seminggu pembantu itu dipecat.

Setelah kejadian itu pemuda ini menjadi sering muram, karena ketakutannya ia kepada Allah. Sebenarnya ia tidak ingin kisah ini diceritakan kepada orang lain, tapi temannya tetap menceritakan karena betapa besar hikmah yang ada didalam kisah ini.

Sumber gambar : antum.or.id

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#22Maret


Wednesday, March 16, 2016

Ibn Al Jawzi yang menceritakan kisah ini, disebuah kota orang-orang saat itu menyembah pohon, mereka beribadah,thawaf mengelilingi pohon, dan memberi sesajen pohon tersebut, mereka menganggap pohon itu adalah dewa.

Namun di kota ini masih ada  orang yang shaleh, dan ingin menghentikan kesyirikan ini, untuk menghindari konflik dengan penduduk setempat, orang ini memutuskan menebang pohon tersebut di malam hari pada saat penduduk kota sedang tidur.

Ia pun mengambil sebuah kapak, lalu berjalan menuju pohon itu, ditengah perjalanan ada setan berwujud manusia menghadangnya.

Setan bertanya “kemana engkau pergi?”

Aku  ingin memotong pohon  itu” jawab orang ini.

Setan : “jangan”

Orang shaleh : “aku harus memotong pohon  itu”

Meraka pun bertarung, orang shaleh ini menang mengalahkan setan yang berwujud manusia, setan ini pintar, ketika setan tidak berhasil dengan cara ini, dia punya trik lainnya.

Setan berkata “begini saja, kau orang yang shaleh, dan penduduk disini akan masuk neraka, aku punya penawaran yang bagus untukmu, kamu pulang dan tak perlu bekerja, aku akan memberimu dua dinar tiap harinya, maka kau dapat lebih fokus untuk beribadah, tanpa perlu memikirkan mencari nafkah, kau tak usah perdulikan penduduk yang bergelimang syirik ini, sudah tidak ada harapan untuk mereka.

Orang shaleh ini berkata “benar juga”.

Orang yang berilmu tidak akan mudah tergoda dengan rayuan, orang berilmu akan lebih kuat melawan setan dari pada seribu orang yang ahli ibadah. Seseorang yang rajin beribadah tapi tidak punya ilmu akan lebih mudah ditipu dan dipermainkan oleh setan, tapi ketika orang berilmu ia tidak akan mudah ditipu, karena mancari nafkah juga adalah bagian dari ibadah.

Tapi orang shaleh ini malah tebujuk rayuan setan karena kurangnya ilmu, dia pulang dan keesokan paginya ia menemukan dua dinar yang dijanjikan setan di bantalnya, di hari kedua ia kembali menemukan dua dinar dipagi hari, dan dihari ketiga ia tidak mendapatkan dua dinar lagi, orang shaleh ini berkata “kenapa dia melanggar janjinya, oke malam ini aku akan membawa kapak, dan menebang pohon itu”.

Saat malam hari ia pergi membawa kapak, dan berniat menebang pohon itu, di tengah perjalanan ia dihadang oleh setan lagi, “apa yang kau lakukan” setan itu bertanya, orang ini menjawab “aku akan menebang pohon itu”, jangan!, tidak aku harus menebangnya” . mereka bertarung lagi, dan akhirnya pemuda ini kalah dalam pertarungan. Orang shaleh ini berkata “bagaimana mungkin aku kalah, padahal dalam pertarungan yang lalu aku memenangkannya”.

Setan berkata “dipertarungan pertama kau melakukannya karena Allah, dan dipertarungan yang sekarang kau melakukkannya karena dua dinnar”.

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

#17Maret

sumber gambar : www.youtube.com

Wednesday, March 9, 2016

Sebagai manusia kita semua pasti akan merasakan kematian, karena itu pasti terjadi pada kita, maka penting untuk kita memersiapkannya.

Saat kematian datang kita akan merasakan sakaratul maut, tapi yang lebih menakutkan, pada saat sakaratul maut, kita akan merasakan sakit yang sangat pedih, pedihnya seperti ditusuk tiga ratus pedang, dan disaat sekarat itu, dimana kita tak bisa berpikir tenang, ketakutan yang besar, setan malah pinter banget ambil kesempatan itu agar tegoda dan jauh dari Allah, sehingga kita lupa mengucap syahadat dan bertobat.

Pernah denger dari cerita orang, ada yang di nafas terakhir mereka melihat saudara atau keluaraganya yang sudah meninggal menunggu diakhirat sana.

Saya tanyakan hal itu kepada ustad, katanya itu gangguan setan, karena setan tidak mau kita mengingat Allah saat nafas terakhir, waduh seram ya pikirku.

Ada juga kisah sakaratul maut yang terjadi Imam Ahmad Bin Hambal saat itu sedang ditemani oleh putranya, Imam sering pingsan dan sadar lagi, Imam berisyarat dengan tangannya sambil berkata “Tidak, menjauh...tidak, menjauh. Beliau mengatakan itu berulang kali, maka putranya menanyakan tentang hal itu “wahai ayahanda apa yang kau lihat”, beliau menjawab “Sesungguhnya setan berdiri di sampingku sambil menggigit jarinya, dia mengatakan, ‘Wahai Ahmad, aku kehilangan dirimu (tidak sanggup menyesatkanmu). Aku katakan: “Tidak, masih jauh…. Tidak, masih jauh….” (Tadzkirah Al-Qurthubi, Hal. 186)

Maksud setan ini adalah hendak membuat Imam Ahmad merasa ujub terhadap diri sendiri dan bangga terhadap ketaatannya, dengan memuji Imam Ahmad bahwa ia menyerah karena tidak dapat menyesatkan Imam Ahmad, tapi beliau sangat paham, ini adalah tipuan, ia menolak dengan tegas “tidak, saya masih jauh, tidak seperti yang kau sampaikan”.

Lah yang bikin serem kalo ujian ini ditimpakan pada kita yang imannya masih sering naik turun, malah turunnya jauh banget lagi hehe..

Maka penting banget menguatkan iman, membiasakan diri mengatasi ujian dan godaan setan saat ini, sehingga terbiasa saat ujian datang diwaktu sakaratul mawut insyaAllah kita bisa mengatasinya.

Referensi : https://konsultasisyariah.com/26531-setan-menggoda-manusia-ketika-sakaratul-maut.html
Sumber Gambar : www.jadipintar.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

#10Maret

Monday, March 7, 2016

Apa yang anda pikirkan jika melihat handphone ini, saya berpikir ini adalah hape jadul (handphone jaman dulu), apa masih ada yang menggunakanannya saat ini?, tentu sangat jarang di zaman sekarang yang menggunakan handphone ini.

Alasan mengapa handphone ini tidak lagi digunakan pada saat sekarang, karena handphone yang layarnya hitam putih ini, hanya dapat digunakan untuk panggilan suara, dan berkirim pesan, tidak seperti handphone saat ini, saat ini handphone sudah jauh berbeda, kegunaannya tidak lagi hanya panggilan suara, tapi juga dapat merekam gambar, merekam video, membaca berita dan membaca ebook semua dapat dilakukan hanya dengan satu genggaman tangan.

Di dalam teknologi semua cepat berubah, mereka selalu mengupgrade produk, persaingan ketat, akan banyak hal baru yang diciptakan, entah dari model, kecepatan dan fitur-fitur baru, yang tidak cepat dan tidak pandai dalam mengembangkan inovasinya akan tertinggal, bahkan bisa tertinggal jauh, dan dilupakan.

Nah begitulah kita sebagai manusia, harusnya kita terus mengembangkan kemampuan dan keahlian kita, karena akan ada banyak orang lain disana yang sangat bekerja dengan keras, mengurangi waktu tidurnya untuk terus belajar, hingga kemampuannya terus bertambah, hingga menjadi ahli dalam bidangnya, jangan sampai kita tertinggal jauh, karena ilmu dan kemampuan yang tidak bertambah.

Jika itu terjadi kita akan mudah dilupakan, kita akan menjadi orang yang tidak berguna bagi banyak orang, dengan keahlian yang itu-itu saja, hasil kerja yang tidak ada inovasinya, tentu harga jual pun kalah dengan yang lainnya.

Jadi jangan mau seperti handphone yang ada di foto ini, jarang yang mengenalnya saat ini, mungkin anak-anak kita sudah tak kenal lagi dengan benda ini, dan lama kelamaan akan dilupakan.

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#08Maret

Wednesday, March 2, 2016

Suatu ketika Rasulullah ingin menikahkan sahabatnya yang bernama Julaibib, ia dijodohkan dengan seorang putri sahabat Anshar. Orang tua putripun keberatan karena dijodohkan dengan seorang Julaibib yang perawakannya kurang bagus, bukan orang terpandang dan Julaibib juga seorang yang miskin.

Rasulullah memang tidak mungkin salah dengan pilihannya, Julaibib adalah sahabat yang sangat dicintai Rasulullah karena ketaqwaannya, maka saat putri Anshar tersebut mendengar Ibunya menolak perjodohan dengan Julaibib, sebelum Ayahnya pergi untuk menemui Rasulullah untuk menolak Julaibib ia pun berkata dari dalam kamar “Apakah kalian menolak perintah Rasulullah?

Dan tidaklah patut bagi laki-laki beriman dan tidak (pula) bagi perempuan beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka (QS.Al-Ahzâb:36)

“Terimalah pinangan itu, karena ia tidak akan menyia-nyiakan aku, dan aku tidak akan menikah kecuali dengan Julaibib” putri Anshar itu mempertegas permintaannya. Hal ini menunjukan keshalehannya, ketundukkan pada perintah Rasulullah, pemahamanya terhadap agama, baginya pendamping hidupnya haruslah beragama yang kuat bukanlah berdasarkan harta ataupun ketampanan wajah semata, dia sangat paham bahwa kemuliaan seorang muslim hanya dengan ketaqwaannya.

Ketika hari mendekati hari pernikahan, panggillan jihad dikumandangakan, angan-angan menikahi istri shalihah hilang seketika, Julaibib tetap pergi berjihad menuju syahid cita-citayang lebih mulia, walaupun ia kadang bimbang melepas pernikahan itu.

Jenazah Julaibib tersungkur dengan tujuh jenazah orang kafir setelah perang selesai, Rasulullah bersabda “Julaibib membunuh tujuh orang ini, lalu ia dibunuh oleh mereka”. Rasulullah menangis dan mengangkat jasadnya lalu bersabda “Sesungguhnya, ia adalah bagian dariku, dan aku adalah bagian darinya". Beliau mengulangnya tiga kali.

Sepeninggal Julaibib putri Anshar yang akan dinikahi itu hidupnya menjadi lebih berkah, ia menjadi wanita paling kaya di kalangan penduduk Anshar, itu semua dikarenakan doa Rasulullah yang berbunyi “Ya, Allah! Curahkanlah kebaikan untuknya. Dan jangan Engkau menjadikan untuknya kehidupan yang susah".


#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari

#02Maret

Monday, February 29, 2016

Saat ini adalah hal yang paling mudah untuk berdakwah, karena adanya media online, dengan mudah pesan yang ingin disampaikan diterima, tak mengenal waktu dan tempat, tersebar dengan mudah dan luas. Inilah ladang yang tepat untuk berdakwah menebar pesan kebaikan, kebenaran dan tempat menumpuk amal jariyah.

Suatu ketika saya membaca berita sebuah webiste bahwa pemerintah  Saudi mengeksekusi 47 orang, jelas berita ini cepat tersebar luas karena adanya media online ini. Hal yang membuat saya tertarik lagi membacanya adalah bahwa salah satu tahanan politik yang akan dieksekusi adalah seorang ulama yang aktif berkecimpung di media online.

“Mujahid Keyboard” adalah julukan yang disematkan padanya, karena dakwahnya di media online, banyak karya ia torehkan yang bermanfaat untuk umat, bahkan sekelas syaikh Abdurrahman Al-Barrak dan Syaikh Nasir tidak mampu membantah beberapa karyanya.

Mujahid ini akhirnya dihukum mati pada 2 januari 2016, sebelumnya ia sempat di jebloskan kepenjara dan siksa, dia bernama Syaikh Abdul Aziz At-Thuwaili’iy, sang Mujahid Keyboard.

Banyak karya-karyanya yang sangat bermanfaat untuk umat, dibeberapa karyanya ia menggunakan nama yang berbeda. Disetiap karyanya yang berhubungan dengan fatwa dan fiqih jihad ia menggunakan nama Abdullah bin Nashir Ar-Rasyid, di karyanya yang membahas tentang Aqidah dan syarh nawaqidul islam ia menggunakan nama Farhan bin Masyhur Ar-Ruwailiy, dan karyanya yang bertemakan adab ia menggunakan nama Akhu man Tho’allah.

Nama aslinya adalah  Abdul Aziz bin Rasyid bin Hamdan Al-Anzi, lulusan fakultas syariah Universitas Imam Muhammad bin Su’ud ini pernah diangkat menjadi anggota hai’ah syar’iyah di negeri dua masjid suci pada usia yang cukup belia.

Dalam dunia tulis menulis dia aktif di majalah Shoutul Jihad pada tahun 2003, ia juga mendapat bimibingan penuh oleh Syaikh Isa Al-‘Usin yang terkenal dengan bashirah dan pemikiran yang tajam.

Karya Abdul Aziz memberikan pengaruh kuat di barisan mujahidin, terutama karyanya yang bertemakan fiqih jihad, ia juga aktif dimajalah Al-Battar(bersumber dari Muaskar Al-Battar yang didirikan oleh Syaikh Al-Hafidz Yusuf Al-Ayiri rahimahullah).

Karya-karyanya yang fenomenal adalah :

1.    Hukmu Istihdafu Al-Mashalih An-Nifthiyah
Membaca kitab ini para pembaca akan terkagum dengan penulisnya, karena tulisannya seakan ahli dala ekonomi dan perminyakan, dan sangatrocemended untuk para mujahid.

2.    Intiqadhu Al-I’tiraad ‘Ala Tafjiraat Riyadh
Buku ini berisi sanggahan-sanggahan Abdul Aziz terhadap tulisan-tulisan sebagian orang tentang pengeboman di Riyadh, sanggahan-sanggahan tersebut ditulis di majalah Islam Today.

3.    Al-Maniyyatu Wa Laa Ad-Daniyyah
Adalah sebuah tulisan risalah untuk para mujahidin, agar tidak mudah menyerah pada pemerintahan thagut, risalah ini berisi 30 halaman.
Dan masih bnyak lagi karyanya tak dapat saya tuliskan disini,karena keterbatasan waktu.
Abdul Aziz aktif membangun hubungan solid dengan netizen dari kalangan blogger, dan forum diskusi. Ketika Abdul Aziz ditangkap timbul berbagai reaksi dari para sahabatnya, salah satunya sahabatnya Fata Al-Adghol memberikan pernyataan bahwa Akhu Man Tho’allah (Nama Abdul Aziz di forum) orang yang cukup berjasa dalam memberikan pencerahan soal takfir dan pengemboman yang terjadi di Riyadh.

“Abdul Aziz adalah seseorang yang berkarisma dan tulisan-tulisannya ilmiah dan mengandung tingkat intelektual yang tinggi” ini adalah pernyataan dari seorang penulis Saudi dan pengamat gerakan Islam.

Karena karya-karyanya banyak dianggap “menganggu” pihak tertentu, Abdul Aziz pun  ditangkap pada Senin, 1 Rabiul Tsani 1426 H atau 10 Mei 2005 di Riyadh bagian timur, saat penangkapan ia tertembak pada wajah, rahang, lidah dan salah satu matanya terluka.

Saya cukup terinspirasi pada Abdul Aziz, karena tulisannya mampu merubah suatu pemikiran, terlepas dari apa yang ia perjuangakan, benar atau salah, karena saya tidak mengetahui benar bagaimana politik kepemerintahan Saudi.

Yang ingin saya sampaikan pada pembaca bahwa inilah pengaruh tulisan-tulisan kita, akan dibawa kemana tulisan ini, sungguh susunan huruf ini seperti pisau, mampu menusuk orang lain, atau menusuk diri sendiri.

Mungkin saat ini kita tak terlalu memperhatikannya, tapi saat di hari akhir, hari pengadilan Allah swt, semua tindakan kita akan dipertanggungjawabkan, mampukah tulisan kita menjadi penolong, ataukah hanya susunan kalimat yang menyiakan banyak waktu, atau lebih parahnya malah menambah siksa-siksa kita dineraka. Wallahu a’lam.

Sumber Gambar : www.plimbi.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#01Maret










Sunday, February 28, 2016


Saat ini rasa malu itu sepertinya langka, wanita banyak tak lagi malu menunjukan auratnya, semakin kekinian zaman semakin mudah mereka membuka aurat ditempat umum.

5 tahun yang lalu wanita yang menggunakan hot pants di jalan akan dianggap wanita nakal, tapi saat ini hal itu dianggap modern, dianggap hal yang biasa sebgai perkembangan fashion.

Sungguh berat hidup dizaman ini, akan lebih sulit untuk menundukkan pandangan bagi pemuda sekarang, dimana pun kau berjalan pemuda, kau akan dikelilingi aurat-aurat yang menggoda, dan semakin berat, semakin ingin menikmatinya, dan semakin kau berat bertahan untuk menahan pandanganmu semakin besar pulalah pahala yang akan kau terima.

Sebuah kisah nyata pemuda di Amerika Serikat, pemuda ini adalah penceramah agama, pada suatu saat dia memasuki lift dan dilantai tertentu liftnya berhenti lalu masuklah wanita muda yang berpakaian stemgah telanjang, pemuda inipun berusaha menundukkan pandangannya.

Melihat pemuda ini terus menundukan pandangannya wanita inipun merasa teringgung dan kesal, pertama kalinya ada seorang pria tak mau melihatnya, iapun kesal dan mengetuk-ngetuk lantai dengan kakinya untuk membuat suara, tapi pria muda ini tetap menundukan pandangannya dan tak berkata apa-apa.

Lift pemuda ini berhenti, dan wanita ini masih naik lagi. Saat pemuda ini keluar lift wanita ini mengikutinya keluar dan berkata “Hey aku kau tahu, aku sangat tersinggung, apakah aku begitu jelek,buruk rupa, dan kotor, hingga kau tak mau melihatku?” pemuda ini pun menjawab “dengar saudariku, kau tahu aku seorang muslim, dan aku sangat-sangat menghargaimu, aku punya seorang istri. Saudariku aku tak akan menghinakan diriku dan dirimu hanya karena melihatmu” wanita itu bertanya “Apa manfaatny bagiku?” pemuda itupun menjawab dangan indah, setelah menjelaskan dengan panjang lebar wanita itu meminta no telpon pemuda itu untuk bertanya tentang islam lebih dalam.

Pemuda itu setuju, dan berencana mengundang teman-temannya mengajarkan islam kepada wanita itu, seteah beberapa jam wanita itu masuk Islam. Wanita itu berkata “Islam telah membebaskanku dari menjadi seseorang yang tak bisa meninggalkan rumah tanpa setengah jam didepan bercermin, tanpa menghabiskan uang untuk membelikan bermacam-macam merk pakaian. Islam telah membebaskanku, aku cukup mengenakan hijab hitam lalu keluar rumah itu sudah cukup.”

 Inilah islam, saat diterapkan akan membawa ketenangan, tanpa harus terhjerat dalam gaya hidup dan perkataan manusia, cukuplah ridho Allah SWT yang selalu memotifasi kita untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Kisah kedua dari Al-Mada’ini dari syaikh-syaikh beliau berkata, “Sebagian orang pemerintahan di Bashrah hendak bertemu dengan Dawud bin Abdillah, maka Dawudpun pergi (menuju Bashrah)  dan singgah di rumah salah seorang sahabat beliau yang terletak di pinggiran Bashrah. Sahabatnya ini adalah seorang yang sangat pencemburu. Dia memiliki seorang istri yang bernama Zarqaa’ yang cantik jelita. Pada suatu saat sahabatnya ini keluar karena ada suatu keperluan, maka diapun berpesan kepada istrinya  untuk bersikap ramah dan melayani Dawud. Tatkala kembali kerumahnya diapun berkata kepada Dawud, “Bagaimana menurutmu dengan si Zarqaa’?, bagaimana sikap ramahnya kepadamu?”. Dawud berkata, “Siapa itu Zarqaa’?”, dia berkata, “Yang mengurusimu dirumah ini”. Dawud berkata, “Saya tidak tahu dia si Zarqaa’ atau si Kahlaa’?”. Lalu istrinya menemuinya maka diapun marah dan berkata, “Aku telah berpesan kepadamu agar ramah  dan melayani Dawud, lalu mengapa tidak kau lakukan pesanku?”. Istrinya berkata, “Engkau telah berpesan kepadaku untuk melayani seorang yang buta, demi Allah dia sama sekali tidak melirik kepadaku!”

Dari kisah kedua ini seorang yang shaleh bernama Dawud dengan sungguh-sungguh menjaga pandangannya hingga ia tak tau atau melihat siapa yang melayaninya, bahkan istri sahabatnya si Zarqa yang di perintahkan untuk melayani sebagai tamu mengira Dawud adalah seorang yang buta.

Semoga kisah ini cukup menginspirasi kita untuk menjaga pandangan, karena sungguh nikmat mata ini yang diberikan Allah SWT harusnya kita syukuri dengan taat dengan perintah-Nya.

Referensi :       1. Youtube, chanel Lampu Islam
                        2. Muslim.or.id
Sumber Gambar : simplyhasanah.tumblr.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#FebruariMembara

#29Feb

Thursday, February 25, 2016


Allah SWT memberikan banyak hadiah saat kita memasuki surga, salah satunya yaitu wanita-wanita surga, diceritakan sensualnya, kecantikan dan indahnya secara fisik tentang wanita surga.

Timbul pertanyaan kenapa yah Allah SWT menceritakan tentang wanita-wanita disurga, Ustad Nouman Ali Khan pernah bertanya kepada seorang Syeikh Dr. Israr Ahmed, beliau menjawab seorang pemuda dalam masyarakat yang terekspos terhadap fahsah sepanjang waktu, hal yang paling ditakuti Rasulullah adalah rasa tidak tahu malu.

Agama kita adalah agama yang paling membatasi dan paling berhati-hati berhubungan dengan interaksi pria dan wanita, mulai dari cara berpakaian, jenis pembicaraan terhadap yang bukan mahrom, larangan berkhalwat, dan aturan-aturan didalam acara yang disitu melibatkan wanita dan kaum pria dimana harus ada hijab antara mereka untuk pemisah agar tidak bercampur baur. Agama Islamlah yang paling memperhatikan interaksi ini.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (27:24)

Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (28:24)

Ayat-ayat diatas bahkan mengatur tata krama dalam bertamu, dilarang memasuki rumah tanpa ijin dahulu, agar wanita didalamnya bisa bersiap-siap untuk hijabnya, dan berpindah tempat terpisah jika tamunya adalah seorang pria. Islam pun mengatur jam-jam dimana anak tidak boleh masuk kedalam kamar orang tuanya, harus ada ijin agar bisa masuk.
Dan sebagai keluarga muslim kita harus mempuyai aturan dirumah tentang interaksi lawan jenis. Seperti aturan umur berapa anak lelaki tidak boleh satu kamar dengan saudara perempuannya.

Dimana zaman ini banyak wanita tak lagi malu menunjukan auratnya, dan lelaki tak lagi malu menunjukan bagaimana ia memuji dan memandangi aurat wanita yang bukan mahromnya.

Inilah alasan mengapa Allah menceritakan tentang wanita surga, agar pemuda muslim lebih dapat memotivasi dirinya untuk menjaga pandangannya dan berhati –hati dalam interaksi dengan lawan jenis.

Walaupun ia sangat ingin mlihatnya, hormonnya bergejolak, keingintahuannya bergejolak, kesempatannya ada, gejolak mudanya, dan tersedianya kesempatan untuk menikmati yang haram, namun ia tetap berusaha menundukan pandangan dan menganggap bahwa balasan yang Allah berikan lebih baik berkali-kali lipat dari pada godaan wanita di dunia ini.
Dan disurga semua yang ia tahan akan dihalalkan, ia akan mendapatkan wanita-wanita surga, khamar yang dilarang dihalalkan, Allah sendiri yang akan menwarkannya “lihatlah bagaimana kau menahan dirimu, inilah dia, nikmatilah!”.

Disinilah pentingnya kita menjaga hayaa’ (rasa malu/kesantunan), jika kita ingin menikmati surga, perhatikan rasa hayaa’ mu  di sini, di dunia.

Allah tidak mengingkari nafsu kita, hasrat yang kita punya, dan godaan datang di sepanjang hidup, hal yang normal jika lelaki mempunyai nafsu, bagaimana di dalam penelitian beberapa kali lelaki memikirkan hal-hal tentang seksual dalam sehari. Tapi Allah memerintahkan kita untuk menahannya dan membolehkannya ketika kita disurga.

Semoga hal ini dapat memotivasi kita untuk lebih menjaga pandangan, menjga interaksi lawan jenis, dan tetap berusaha menjaga rasa hayaa’.

Referensi : Youtube, channel, Lampu Islam
Sumber Gambar : www.fimadani.com

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#26feb


A call-to-action text Contact us