:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Thursday, February 25, 2016


Allah SWT memberikan banyak hadiah saat kita memasuki surga, salah satunya yaitu wanita-wanita surga, diceritakan sensualnya, kecantikan dan indahnya secara fisik tentang wanita surga.

Timbul pertanyaan kenapa yah Allah SWT menceritakan tentang wanita-wanita disurga, Ustad Nouman Ali Khan pernah bertanya kepada seorang Syeikh Dr. Israr Ahmed, beliau menjawab seorang pemuda dalam masyarakat yang terekspos terhadap fahsah sepanjang waktu, hal yang paling ditakuti Rasulullah adalah rasa tidak tahu malu.

Agama kita adalah agama yang paling membatasi dan paling berhati-hati berhubungan dengan interaksi pria dan wanita, mulai dari cara berpakaian, jenis pembicaraan terhadap yang bukan mahrom, larangan berkhalwat, dan aturan-aturan didalam acara yang disitu melibatkan wanita dan kaum pria dimana harus ada hijab antara mereka untuk pemisah agar tidak bercampur baur. Agama Islamlah yang paling memperhatikan interaksi ini.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (27:24)

Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (28:24)

Ayat-ayat diatas bahkan mengatur tata krama dalam bertamu, dilarang memasuki rumah tanpa ijin dahulu, agar wanita didalamnya bisa bersiap-siap untuk hijabnya, dan berpindah tempat terpisah jika tamunya adalah seorang pria. Islam pun mengatur jam-jam dimana anak tidak boleh masuk kedalam kamar orang tuanya, harus ada ijin agar bisa masuk.
Dan sebagai keluarga muslim kita harus mempuyai aturan dirumah tentang interaksi lawan jenis. Seperti aturan umur berapa anak lelaki tidak boleh satu kamar dengan saudara perempuannya.

Dimana zaman ini banyak wanita tak lagi malu menunjukan auratnya, dan lelaki tak lagi malu menunjukan bagaimana ia memuji dan memandangi aurat wanita yang bukan mahromnya.

Inilah alasan mengapa Allah menceritakan tentang wanita surga, agar pemuda muslim lebih dapat memotivasi dirinya untuk menjaga pandangannya dan berhati –hati dalam interaksi dengan lawan jenis.

Walaupun ia sangat ingin mlihatnya, hormonnya bergejolak, keingintahuannya bergejolak, kesempatannya ada, gejolak mudanya, dan tersedianya kesempatan untuk menikmati yang haram, namun ia tetap berusaha menundukan pandangan dan menganggap bahwa balasan yang Allah berikan lebih baik berkali-kali lipat dari pada godaan wanita di dunia ini.
Dan disurga semua yang ia tahan akan dihalalkan, ia akan mendapatkan wanita-wanita surga, khamar yang dilarang dihalalkan, Allah sendiri yang akan menwarkannya “lihatlah bagaimana kau menahan dirimu, inilah dia, nikmatilah!”.

Disinilah pentingnya kita menjaga hayaa’ (rasa malu/kesantunan), jika kita ingin menikmati surga, perhatikan rasa hayaa’ mu  di sini, di dunia.

Allah tidak mengingkari nafsu kita, hasrat yang kita punya, dan godaan datang di sepanjang hidup, hal yang normal jika lelaki mempunyai nafsu, bagaimana di dalam penelitian beberapa kali lelaki memikirkan hal-hal tentang seksual dalam sehari. Tapi Allah memerintahkan kita untuk menahannya dan membolehkannya ketika kita disurga.

Semoga hal ini dapat memotivasi kita untuk lebih menjaga pandangan, menjga interaksi lawan jenis, dan tetap berusaha menjaga rasa hayaa’.

Referensi : Youtube, channel, Lampu Islam
Sumber Gambar : www.fimadani.com

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#26feb


0 komentar:

Post a Comment

A call-to-action text Contact us