Allah SWT memberikan banyak
hadiah saat kita memasuki surga, salah satunya yaitu wanita-wanita surga,
diceritakan sensualnya, kecantikan dan indahnya secara fisik tentang wanita
surga.
Timbul pertanyaan kenapa
yah Allah SWT menceritakan tentang wanita-wanita disurga, Ustad Nouman Ali Khan
pernah bertanya kepada seorang Syeikh Dr. Israr Ahmed, beliau menjawab seorang
pemuda dalam masyarakat yang terekspos terhadap fahsah sepanjang waktu, hal
yang paling ditakuti Rasulullah adalah rasa tidak tahu malu.
Agama kita adalah agama
yang paling membatasi dan paling berhati-hati berhubungan dengan interaksi pria
dan wanita, mulai dari cara berpakaian, jenis pembicaraan terhadap yang bukan
mahrom, larangan berkhalwat, dan aturan-aturan didalam acara yang disitu
melibatkan wanita dan kaum pria dimana harus ada hijab antara mereka untuk
pemisah agar tidak bercampur baur. Agama Islamlah yang paling memperhatikan
interaksi ini.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (27:24)
Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (28:24)
Ayat-ayat diatas bahkan
mengatur tata krama dalam bertamu, dilarang memasuki rumah tanpa ijin dahulu,
agar wanita didalamnya bisa bersiap-siap untuk hijabnya, dan berpindah tempat
terpisah jika tamunya adalah seorang pria. Islam pun mengatur jam-jam dimana
anak tidak boleh masuk kedalam kamar orang tuanya, harus ada ijin agar bisa
masuk.
Dan sebagai keluarga
muslim kita harus mempuyai aturan dirumah tentang interaksi lawan jenis.
Seperti aturan umur berapa anak lelaki tidak boleh satu kamar dengan saudara
perempuannya.
Dimana zaman ini banyak
wanita tak lagi malu menunjukan auratnya, dan lelaki tak lagi malu menunjukan
bagaimana ia memuji dan memandangi aurat wanita yang bukan mahromnya.
Inilah alasan mengapa
Allah menceritakan tentang wanita surga, agar pemuda muslim lebih dapat
memotivasi dirinya untuk menjaga pandangannya dan berhati –hati dalam interaksi
dengan lawan jenis.
Walaupun ia sangat
ingin mlihatnya, hormonnya bergejolak, keingintahuannya bergejolak,
kesempatannya ada, gejolak mudanya, dan tersedianya kesempatan untuk menikmati
yang haram, namun ia tetap berusaha menundukan pandangan dan menganggap bahwa
balasan yang Allah berikan lebih baik berkali-kali lipat dari pada godaan
wanita di dunia ini.
Dan disurga semua yang
ia tahan akan dihalalkan, ia akan mendapatkan wanita-wanita surga, khamar yang
dilarang dihalalkan, Allah sendiri yang akan menwarkannya “lihatlah bagaimana
kau menahan dirimu, inilah dia, nikmatilah!”.
Disinilah pentingnya
kita menjaga hayaa’ (rasa malu/kesantunan), jika kita ingin menikmati surga,
perhatikan rasa hayaa’ mu di sini, di
dunia.
Allah tidak mengingkari
nafsu kita, hasrat yang kita punya, dan godaan datang di sepanjang hidup, hal
yang normal jika lelaki mempunyai nafsu, bagaimana di dalam penelitian beberapa
kali lelaki memikirkan hal-hal tentang seksual dalam sehari. Tapi Allah
memerintahkan kita untuk menahannya dan membolehkannya ketika kita disurga.
Semoga hal ini dapat
memotivasi kita untuk lebih menjaga pandangan, menjga interaksi lawan jenis,
dan tetap berusaha menjaga rasa hayaa’.
Referensi : Youtube, channel, Lampu Islam
Sumber Gambar : www.fimadani.com
#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#26feb
0 komentar:
Post a Comment