Dahulu
kita semua pernah menjadi bayi, yang tak mampu melakukan apapun tanpa bantuan
orang lain, saat inilah kondisi dimana kita sangat ketergantungan orang lain,
lemah, dan gampang sakit.
Inilah
cara Allah mengingatkan tentang asal kita, yang berawal dari bayi tidak bisa
melakukan apapun tanpa orang lain, kita mengompol ditempat tidur, buang kotoran
ditempat tidur dan makan disuapi, semua itu dapat dilakukan dengan bantuan seorang
ibu.
Setelah
sekian lama kita tumbuh dewasa, yang dapat melakukan semuanya sendiri, dan
mulai berpikir diri ini spesial, dan lupa tentang asalnya, merasa menjadi pria
macho dan seorang jagoan.
Semakin tua manusia semakin merasa mandiri, melakukan
gym sehingga otot membesar, yang akan menambah kepercayaan diri dan merasa
lebih spesial.
Dan
orang-orang seperti ini kebanyakan tidak akan ditemukan di Mesjid, dia hanya
ada dijalan menggunakan t-shirtnya,
membanggakan dirinya.
Suatu
saat orang-orang seperti ini akan menjadi tua, tubuhnya mumbungkuk, berjalan
dengan tongkat, saat bangun dipagi hari semua tulangnya terasa sakit, dan pada
akhirnya orang tua menjadi sakit, tak bisa bergerak tanpa bantuan apapun, Allah
membuatnya seperti bayi kembali, ngompol dan buang kotoran ditempat tidur,
makan disuapi, semua kembali bergantung kepada orang lain.
Itulah
manusia kita dilahirkan tak bisa apa-apa, sangat bergantung orang lain, lalu
kita dewasa dan sangat mandiri, lalau kita menjadi tua dan kembali tak bisa
apa-apa, dan sangat bergantung pada orang lain.
Yang
akhirnya kita hanya tertidur dihari tua, sedangkan malaikat maut duduk diatas
kepala kita, menunggu untuk mengambil ruh kita. Saat ini orang lain tidak dapat
melihatnya, hanya kita sendiri yang melihatnya, melihat kenyataan sebenarnya
akhir hidup ini.
Jika
dia orang yang baik Allah akan memberikan taufiq untuk mengucapkan kalimat
syahadat, dan jika tidak dia akan langsung meninggal, tubuhnya akan dimandikan
orang lain, karena sudah tidak bisa mandi sendiri. Airnya tidak boleh terlalu
panas atau terlalu dingin karena dia merasakannya.
Seorang
Utadz pergi menjenguk orang yang sekarat dirumah sakit, dia berpikir akan
meinggal dunia, tapi alhamdulillah Allah membuatnya sembuh dari sakitnya, lalu
dia berkata “Maulana tidak mudah untuk mati” ia menjadi sombong. Tapi kenyataan
yang kita hadapi adalah semua umat manusia didunia ini ada saja yang
meninggalkannya dan yang lahir, datang dan pergi meninggalkan dunia ini.
Rasulullah
bersabda “Hendaklah kalian senantiasa berziarah kubur, sebab berziarah ke kubur
akan mengingatkan kalian kepada kematian.” (HR. Muslim), karena
hal ini akan mengingatkanmu akan kematian, kau bisa melihat tanggal-tanggal
dibatu nisan, disana akan terlihat bahwa manusia akan lebih banyak menghabiskan
waktunya di dalam kubur dari pada di permukaan bumi.
Kita
sering tertipu dengan dunia ini sehingga kita lupa hal ini akan terjadi pada
kita semua, maka bayangkanlah akan ada waktu dimana mereka menggali lubang
sedalam 2 meter, dan memasukkan diri kita didalamanya, dan menimbun kita dengan
tanah dan ditinggal sendiri, bayangkanlah karena kita semua akan mengalaminya.
Dan
satu-satunya teman baikmu saat itu adalah amal baikmu, bukan ototmu, hartamu,
keluargamu, semua akan meninggalkanmu sebagaimana yang disabdakan Rasulullah “satu-satunya
yang akan tinggal bersamanya adalah amal baiknya, dan jika kau mempunyai amal
baik maka Allah akan menyelamatkanmu, Rasulullah bersabda kuburmu akan menjadi taman
dari taman surga.
Ketika
seorang yang mempunyai amal baik dimasukkan kedalam kubur, kuburnya akan
berkata “dari semua orang yang berjalan dimuka bumi kau adalah yang paling
kukasihi, kau akan melihat bagaimana diriku menjamumu.” kuburannya akan meluas
mata memandang, kemudian jendela dari surga terbuka.
Inilah hidup hanya ada 2 pilihan, surga atau neraka, disisi lain ada
seorang yang hidupnya suka-suka dirinya, main permpuan dan mabuk-mabukkan, dia
percaya dirinya akan menua mencapai umur 50 tahun, dia berencana diumur 50
tahun itu dia akan menumbuhkan jenggot, sholat kemesjid, dan pergi berhaji. Tapi
ada yang bisa menjamin, ia tak sampai berumur 50 tahun.
Saat ia didalam kubur, tidak ada yang
menemaninya, dan kubur berkata “diantara semua orang yang berjalan dimuka bumi
ini, kau adalah yang paling hina dimataku, dan yang paling jahat. Rasulullah bersabda
kuburnya akan menghimpitnya, Rasulullah kemudian menyilangkan jari-jarinya, dan
bersabda “tulang-tulangnya akan saling menyilang seperti ini”. tidak yang
menjaga dan mucukupinya saat itu kecuali amal baiknya.
Rasulullah bersabda ketika kita merasa
mandiri dan spesial, padahal saat kita berada dihadapan Allah swt untuk
mempertanggung jawabkan perbuatan kita , diri kita seloah seperti anak sapi,
yang susah untuk berdiri, kita mencoba berdiri tapi selalu terjatuh, mencoba
berdiri lagi dan terjatuh lagi, kaki tak lagi mampu membuatnya berdiri walaupun
terus mencoba untuk berdiri dan ini dilakukan terus berulang-ulang.
Ingatlah seringnya kita menipu diri
sendiri dengan menganggap diri ini spesial, padahal pada hari kiamat kita akan
mengetahui diri kita sebenarnya, diperlihatkan perbuatan kita, seorang macho,
ataupun tukang pukul akan menangis dan diperlihatkan pada semua orang akan perbuatan-perbuatannya.
Rasulullah bersabda kita akan menangis
karena perbuatan kita yang buruk saat didunia, kita terus menangis hingga air
mata ini kering, sampai-sampai mata ini mengeluarkan darah. Disinilah hari
dimana seorang akan memyesal “kenapa aku tidak menghabiskan umurku untuk
menyembah Allah”.
Referensi : Youtube, Channel Lampu Islam
Sumber Gambar : https://minesphere.wordpress.com/

Ingatlah kematian
ReplyDeleteTerima kasih telah diingatkan
ReplyDeletesama-sama mba, udah kewajiban kita sebagai muslim untuk mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran :)
DeleteTerima kasih telah diingatkan
ReplyDeleteInnalillahi wa innalillahiroji un
ReplyDelete