Ketika
penduduk surga melihat langit dan sekilas ada cahaya kilat, mereka bertanya “wahai
malaikat cahaya apa itu?” itu adalah senyum istri-istrimu disurga, ketika
mereka tersenyum begitu indahnya hingga menyebabkan kilat cahaya dilangit.
(hr.Imam Ahmad).
Ibnul
Qayyim berbicara tentang bidadari surga, jika wanita yang hanya terbuat dari
tanah begitu cantiknya, bagaimana dengan Hur’ain (bidadari surga) yang terbuat
dari zafaron, begitu indahnya mereka hingga sum-sum betisnya terlihat, tubuh
mereka sangat indah, musik mereka sangat indah, bernyanyi untuk suami mereka
begitu indahnya, dan betapa wangi mereka.
Dan
Allah memberi energi lebih penduduk surga untuk meniduri istri-istri mereka,
hingga mereka tak pernah tidur.
Ibnu
Qoyim juga berkata bahwa lelaki disurga tak berjenggot, dan wanita surga tak
berjilbab, jadi jilbab hanya untuk wanita-wanita dunia.
Dalam
hadits shahih Aisyah R.A melihat sekumpulan wanita yang berdandan berlebihan
lewat didepannya, dan ketika Aisyah lewat didepannya yang menggunakan pakaian
menutup aurat hitam seluruhnya, lalu Aisyah melihat mereka dan berkata “nikmatilah
dunia,untuk kalian dunia ini, dan untuk kami di akhirat.
Lihatlah
keteguhan wanita shalihah ini, bagi para wanita muslimah tutuplah auratmu
didunia ini, kecantikanmu ada diakhirat.
Ibnul
Qayyim berkata “ketika seorang penduduk surga beistrikan Hur’ain, datanglah
seorang wanita yang kecantiknnya membuat penduduk surga melupakan
bidadari-bidadarinya, siapakah wanita ini? wanita ini adalah istri mereka saat
di dunia, sehingga istrinya menjadi ratu dari para Hur’ain (bidadari-bidadari
surga).
Ibnul
Qayyim berkata lagi “apakah pria surga ini memikirkan bidadari-bidadari surga
saat bersama istrinya? Tidak, karena kecantikan istrinya suami mereka tidak
akan sempat memikirkan Hur’ain”.
Wanita-wanita
didunia saat disurga lebih cantik dari Hur’ain karena perjuangan mereka
didunia, kesulitan-kesulitan yang mereka alami. Sedangkan bidadari surga tidak
pernah merasakan hal itu, mereka tidak pernah merasakan bagaimana rasanya
dicemoh saat berhijab, mereka tidak merasakan sulitnya patuh pada suami.
Dari
Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai
Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang
bermata jeli?”
Beliau shallallahu’‘alaihi
wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada
bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada
apa yang tidak tampak.”
Saya
bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”
Beliau
menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah.
Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra,
kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya
kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka
berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat
sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha
dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang
memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani, hadits ini dhaif bahkan
munkar).
Demi
Allah lagi maha pemurah lagi maha penyayang, yang memberi balasan setimpal
untuk perbuatan serta amal-amal kita didunia, semoga hal ini membuat kita
termotivasi untuk lebih mendahulukan akhirat dari pada dunia, lebih sadar akan
berharganya akhirat ini berkali-kali lipat dari dunia.
Referensi : 1. Youtube, Lampu Islam, Seberapa
Cantik Bidadari Surga
2.
Muslimah.Or.id, Cantiknya Bidadari Surga
Sumber
Gambar : http://indrawanyan.tumblr.com

Memotivasi bgt nih mas amir, aq ijin share ya..
ReplyDeleteMemotivasi bgt nih mas amir, aq ijin share ya..
ReplyDeletesilahakn mba dishare sebanyak-banyaknya :D
ReplyDeleteSeindah-indahnya perhiasan adalah wanita sholihah ^^
ReplyDeleteBanget mba, bagi pria sholeh pastinya sangat mendambakan wanita shalihah :)
Delete