:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Showing posts with label Surga. Show all posts
Showing posts with label Surga. Show all posts

Thursday, March 31, 2016

Umar r.a sedang berjalan –jalan dengan Abu ubaidah r.a, di perjalanan mereka bertemu seorang wanita, wanita itu berkata “ya Umar dulu kau dipanggil Umair (Umar muda) dan kau dulu sering bergulat dengan anak anak di pasar Ukad. Sekarang kau dipanggi Umar,dan tidak lama setelah itu kau diangkat menjadi Amirul Mukminin, jadi takutlah kepada Allah ya Umar, dan ketahuilah bahwa Allah akan menanyaimu perihal rakyatmu, bagaimana kamu mengurus mereka.

Kemudian Umar mulai menangis begitu dalam sehingga Abu Ubaidah menyalahkan wanita itu, Umar r.a kemudian berkata “Biarkanlah dia ya Abu Ubaidah karena dialah seseorang yang suaranya didengar Allah di atas langit ketujuh.”

Pada suatu malam Umar r.a mendengar suara wanita tua berkata kepada cucu perempuannya “campurkan susunya dengan air” jadi sang anak berkata “Wahai neneku tidakkah kau mendengar bahwa Amirul Mukminin Umar r.a melarang mencampur susu dangan air?” tanpa mengetahui Umar ada mendengar nenek itu berkata “Dan dimanakah Umar sekarang, apakah Umar melihat kita?”

Jadi cucu perempuannya yang beriman, yang yakin bahwa Allah melihat perbuatan mereka, berkata “Jika Umar tidak dapat melihat kita, maka sesungguhnya Tuhannya Umar dapat melihat kita!”
Ibn Umar suatu ketika berpapasan dengan seoarang pengembala digurun, lalu Umar mengujinya dengan berkata “Juallah kepada kami seekor kambing dari gembalamu.”

Pengembala itu berkata “Aku hanya seorang budak, dan aku hanya dipercaya untuk mengembalakan kambing”

Jadi Umar berkata kepadanya “Katakan kepada tuanmu bahwa seekor serigala telah memangsanya.”
“jika aku berkata kapada tuanku seekor serigala memakannya, maka apa yang akan kukatakan kepada Allah?”

Apa yang akan kukatakan jika tubuh ini bisa berbicara kelak,  pada hari itu, lidah, tangan dan kaki mereka akan menjadi saksi atas mereka, terhadap apa yang dulu mereka kerjakan.” (Quran 24:24)
Dihari itu Allah akan memberi balasan setimpal menurut semestinya,  dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Quran 24:25)

Jadi Ibn Umar menangis dan menyuruh seseorang membebaskannya dari budak, kemudian berkata kepadanya “sebuah kalimat membebaskanmu di dunia ini, Aku berdoa kepada Allah agar kalimat itu membebaskanmu pada hari kau menemui-Nya.” Dia mengatakannya dengan hati yang penuh keimanan, dan kesadaran diri terhadap Maha Penyayang, ‘Apa yang akan kukatakan kepada Allah?’

Jika kita ingin mengetahui tingkat keimanan kita, maka awasi diri kita ketika sendiri, sesungguhnya iman tidak terwujud didalam melaksanakan shalat, dua raka’at atau berpuasa pada suatu hari melainkan iman terwujud dalam peruangan melawan diri sendiri dan hawa nafsu. Demi Allah Nabi Yusuf a.s tidak diberikan derajat yang tinggi kecuali ketika dia melalui ujian itu.

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menhan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).” (Quran 79:40-41)

Dari ketujuh golongan yang akan diberi naungan oleh Allah dihari dimana tempat bernaung kecuali naungan-Nya, seseorang yang mengingat Allah ketika sendirian dan matanya basah akan air mata, dan seorang pria yang digoda wanita cantik dan mempunyai jabatan tinggi untuk melakukan perzinaan, tapi pria itu berkata “Aku takut kepada Allah,”

Celakalah kepada dosa-dosa, betapa jeleknya dampak dari dosa, dan betapa jahatnya kabarnya, dan apakah dosa-dosa terjadi kecuali ketika sedang sendiri, atau dalam keadaan tidak taat?

Wahai kalian yang tidak bisa bersabar atas apa yang kalian hasratkan, katakan kepadaku siapakah kamu? Dan apa pengetahuanmu? Seberapa tinggi derajat yang telah kamu capai?

Maka apabila malapetaka yang sangat besar telah datang yaiut kiamat, pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat. Adapaun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). Dan adapun orang-orang yang takut kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tingga(nya). (Qs. AnNazi : 34-41)
sumber gambar : brianmuslim.blogspot.com

#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#01April

Tuesday, February 16, 2016


Ketika penduduk surga melihat langit dan sekilas ada cahaya kilat, mereka bertanya “wahai malaikat cahaya apa itu?” itu adalah senyum istri-istrimu disurga, ketika mereka tersenyum begitu indahnya hingga menyebabkan kilat cahaya dilangit. (hr.Imam Ahmad).

Ibnul Qayyim berbicara tentang bidadari surga, jika wanita yang hanya terbuat dari tanah begitu cantiknya, bagaimana dengan Hur’ain (bidadari surga) yang terbuat dari zafaron, begitu indahnya mereka hingga sum-sum betisnya terlihat, tubuh mereka sangat indah, musik mereka sangat indah, bernyanyi untuk suami mereka begitu indahnya, dan betapa wangi mereka.

Dan Allah memberi energi lebih penduduk surga untuk meniduri istri-istri mereka, hingga mereka tak pernah tidur.

Ibnu Qoyim juga berkata bahwa lelaki disurga tak berjenggot, dan wanita surga tak berjilbab, jadi jilbab hanya untuk wanita-wanita dunia.

Dalam hadits shahih Aisyah R.A melihat sekumpulan wanita yang berdandan berlebihan lewat didepannya, dan ketika Aisyah lewat didepannya yang menggunakan pakaian menutup aurat hitam seluruhnya, lalu Aisyah melihat mereka dan berkata “nikmatilah dunia,untuk kalian dunia ini, dan untuk kami di akhirat.

Lihatlah keteguhan wanita shalihah ini, bagi para wanita muslimah tutuplah auratmu didunia ini, kecantikanmu ada diakhirat.

Ibnul Qayyim berkata “ketika seorang penduduk surga beistrikan Hur’ain, datanglah seorang wanita yang kecantiknnya membuat penduduk surga melupakan bidadari-bidadarinya, siapakah wanita ini? wanita ini adalah istri mereka saat di dunia, sehingga istrinya menjadi ratu dari para Hur’ain (bidadari-bidadari surga).

Ibnul Qayyim berkata lagi “apakah pria surga ini memikirkan bidadari-bidadari surga saat bersama istrinya? Tidak, karena kecantikan istrinya suami mereka tidak akan sempat memikirkan Hur’ain”.

Wanita-wanita didunia saat disurga lebih cantik dari Hur’ain karena perjuangan mereka didunia, kesulitan-kesulitan yang mereka alami. Sedangkan bidadari surga tidak pernah merasakan hal itu, mereka tidak pernah merasakan bagaimana rasanya dicemoh saat berhijab, mereka tidak merasakan sulitnya patuh pada suami.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”

Beliau shallallahu’‘alaihi wa sallam menjawab, “Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”

Saya bertanya, “Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”

Beliau menjawab, “Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, ‘Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’.” (HR. Ath Thabrani, hadits ini dhaif bahkan munkar).

Demi Allah lagi maha pemurah lagi maha penyayang, yang memberi balasan setimpal untuk perbuatan serta amal-amal kita didunia, semoga hal ini membuat kita termotivasi untuk lebih mendahulukan akhirat dari pada dunia, lebih sadar akan berharganya akhirat ini berkali-kali lipat dari dunia.

Referensi                     : 1. Youtube, Lampu Islam, Seberapa Cantik Bidadari Surga
                                      2. Muslimah.Or.id, Cantiknya Bidadari Surga

Sumber Gambar          : http://indrawanyan.tumblr.com















A call-to-action text Contact us