:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Sunday, February 21, 2016


Pas jam 17.00, waktunya pulang kerumah, waktu ini seperti angin segar menghembus halus di kepalaku, terbayang senyum putriku yang baru berumur satu tahun, senyumnya indah seperti bunga yang baru mekar dipagi hari dengan cahaya matahri menyinari langsung disetiap kelopaknya, anakku adalah anugerah dari-Nya yang dipercayakan kepadaku.

Bergegas aku mematikan komputer dan merapikan meja kerjaku seakan rasa kangen ku sudah lama aku pendam dan ingin aku lampiaskan saat bertemu dirumah.

Kukendarai motor matic yang telah lama aku punya, banyak perjuangan bersama benda yang berwarna biru ini, ia sudah seperti teman seperjuanganku. Kaca helm kubiarkan terbuka agar aku bisa merasakan sejuknya angin yang meraba wajahku, tiba-tiba wangi parfum yang indah masuk kehidungku dan membuat otakku bergegas mencari dari mana asalnya wangi indah ini yang ikut mengalir didarahku.

Terlihat di depan tak jauh dariku sekitar 10m seorang wanita berbaju t-shirt ketat merah dengan body montok dan kulit putih mulus terlihat dari lengannya, sebagai lelaki normal pastinya tergoda dengan hal ini, sama halnya dengan menggoda kucing dengan ikan segar dengan aroma ikannya.

Aku berusaha tak menjadi seperti binatang, menikmati semua hidangan tanpa harus memfilternya terlebih dahulu, tak lama pandanganku kuarahkan  kearah lain agar mata ini tak dapat menyantap pemandangan indah yang dihiasi syaitan.

”Wanita itu aurat, maka bila ia keluar rumah, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya dalam pandangan lelaki sehingga terjadilah fitnah).” (At-Tirmidzi)”.  

astaghfirullah sudah cukup” kataku dalam hati, nikmat penglihatan ini tak seharusnya aku gunakan untuk memandang yang bukan haknya, wanita itu adalah hak suaminya, dan hakku adalah hanya istriku.

Tak lama pikiran yang lain datang seperti ide segar yang baru datang, “pemandangan ini sungguh indah, dan ini sebuah kesempatan untuk menikmatinya, hanya sebentar, nikmati saja, mumpung ada didepan mata, bukan salah saya jika wanita itu tiba-tiba ada didepan motor saya, ini namanya rejeki”.

Dihati Aku mulai berbicara dengan ku sendiri “jangan ini hanya nikmat sementara, inilah ujian dunia, kita manusia diciptakan memang untuk diuji, dan seperti halnya sekolah, jangan harap dapat naik tingkat jika tidak diuji, karena sekolah memang tempatnya diuji. Tinggalkan pemandangan indah itu, maka Allah akan mengganti dengan hal yang lebih baik.

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad) 

Kuyakinkan diriku sendiri akan janji Allah yang akan menggantinya dengan hal yang lebih baik, dan mendapatkan berkahNya merasakan manisnya iman.

Segera kukencangkan motorku melaju untuk menyelisihi wanita itu, sambil menahan nafas agar aku tak mencium wanginya yang membuat otakku kembali mencari wanita itu, memang benar sabda Rasulullah tentang larangan parfum bagi wanita.

Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad)

Karena wangi wanita itu sangat menggoda untuk melanjutkan pikiran tentang hal buruk lainnya.  Aku tetap  berusaha menjaga pandangan agar tak terlihat tubuh wanita itu, jika saja ada kaca mata kuda mungkin akan kugunakan saat itu.

Godaan-godaan inilah yang membuat kita tak dapat lagi melihat keindahan istri kita sendiri, karena kita terlalu menikmati hal-hal yang haram, hingga yang halal menjadi membosankan, jaga pandanganmu lelaki, tundukkan pandanganmu, itulah hijab untukmu, terlebih lagi di zaman ini dimana banyak wanita tak lagi malu menunjukan auratnya.

Sumber Gambar: al-uyeah.blogspot.com

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#TantanganMingguKe3
#Analogi

#BayarUtang :D

0 komentar:

Post a Comment

A call-to-action text Contact us