Presiden Obaba bangun
dipagi hari, hidupnya cerah hari ini, disambut
dengan kicauan burung peliharaannya,
tak lama hidupnya yang ia rasa cerah itu menjadi suram, saat mendapat pesan singkat
di handphonenya, pesan itu dari seorang mafia yang mempunyai banyak perusahaan
besar dari dalam dan luar negeri ia bernama Khala.
Sekitar
70% perusahaan Khala menguasai negara Bhebec, hartanya sangat melimpah, dengan
uangnya yang banyak, ia dapat mengubah dan membuat peraturan baru, dengan itu
dapat melancarkan dan tidak menganggu usaha-usaha yang ia jalani di negeri ini.
Semua cara ia lakukan untuk terus mengembangkan usahanya, dan sering merugikan
banyak rakyat negeri Bhebec.
Pernah
ia ingin membuka lahan sawit hutan yang masih perawan, tapi dengan seenaknya ia
membakar yang akibatnya tak ada tempat hewan untuk berlindung, banyak binatang liar
akhirnya keperkampungan, tapi orang-orang kampung malah membunuh binatang itu
karena membahayakan nyawa mereka. Akibat dari pembakaran itu juga banyak asap
tersebar perumahan warga, hingga banyak anak-anak yang terkena penyakit sesak
nafas, kendaraan terganggu jalannya karena jarak pandang yang pendek akibat
asap.
Khala
juga pernah disidang atas tindakan-tindakan ilegalnya, tapi karena ia punya
uang yang banyak, hakim dengan dengan mudah di suap, tapi kini Khala gelisah
dengan seorang aktivis yang banyak membuat artikel-artikel yang mempromosikan
Syariah Islam agar dijadikan sebagai peraturan di negara Bhebhec ini, ini berbahaya
baginya, jika masyarakat banyak mendukung dan syariah dijadikan panduan untuk
mengatur negara dari sisi ekonomi, dan sisi mengatur moral msyarakat, maka
makin ia tidak bebas melakukan pengembangan usahanya.
Karena banyak usahanya yang tidak sesuai
syariah, seperti bank yang menggunakan sistem riba yang jelas dalam sistem islam
itu tidak diperbolehkan, dan hal yang paling ia khawatirkan adalah perusahaan
tambang emas yang berada di sisi ujung timur negara Bhebec, perusahaan itu
bernama Bleepot, disitu penghasilan terbesarnya, dan akan diambil alih oleh
pemerintah jika negara ini menggunakan aturan Syariah.
Dalam
aturan syariah SDA tidak boleh dikuasai swasta, dalam islam itu harusnya dikuasai
negara, oleh karena itu tidak ada pajak untuk masyarakat, pemasukan negara
berasal dari sumber daya alam yang negara kelola, dengan hasil tambang yang
melimpah ruah itu, di gunakan untuk memakmurkan rakyat, dengan gratisnya
pendidikan, rumah sakit, dan bahan bakar.
Tentu
bagi seorang kapitalis seperti Khala, kata gratis itu merupakan yang sia-sia, baginya
tidak ada keuntungan jika kata gratis itu diterapkan dalam kehidupaannya.
Karena merasa terganggu dengan aktivis ini, ia berusaha menutup mulut Amat,
nama aktivis syariah ini. segala cara ia akan lakukan untuk mengehentikan Amat.
Khala
pun berencana untuk membunuh Amat, ia akan berpura-pura tertarik pada Amat dan
mendukung perjuangannya, dan seolah ia menjadi pengusaha yang bertobat. Ia akan
mengundang Amat untuk bertemu disebuah cafe yaitu Boliver Cafe, dan disitulah
ia akan meracuni Amat dengan sianida yang dicampur dengan kopi.
Karena Boliver Cafe juga usaha miliknya, tentu
tidak sulit memerintahkan salah satu karyawannya untuk mencampurkan sianida kedalam
kopi yang disediakan untuk Amat
nantinya. Untuk lebih meyakinkan dan menarik Amat agar mau menerima undangannya
itu, ia menawarkan data bukti dan nama orang-orang yang telah melakukan korupsi
dan tindakan ilegal lainnya.
Sebelum
bertemu dengannya ia mempersiapkan berkas-berkas dokumen dan flasdisk seolah itu adalah bukti
data-data dan bukti yang ia janjikan kepada Amat.
Tapi sebelumnya, Khala meminta agar
presiden melindunginya, jika berhasil membunuh Amat, Khala meminta agar penyelidikan
nantinya dapat melindunginya dari jeratan hukum, presiden pun tak bisa
menolaknya, karena Khala adalah penyumbang terbesar saat ia berkampanye untuk
menjabat presiden seperti saat ini, presindenpun skarang masih sering menerima
suap dari Khala, jika ada peraturan atau kebijakan-kebijakan yang menguntungkan
perusahaan Khala.
Itulah sebabnya, pagi ini kecerahan hidup
Presiden Obaba terganggu karena pesan dari Khala, “Dosa apa lagi yang akan
kulakukakan hari ini” berkata Presiden dalam hati.
*Jika ada nama dan cerita yang sama sesuai kenyataan, anggap saja ini kebetulan belaka dan bukan disengaja.
#OneDayOnePost
#MenulisSetiapHari
#TantanganMingguPertama
#03Maret
Amanah pemimpin itu amat berat.
ReplyDeletekarena alasan itu mungkin mba ratih para khalifah (pemimpin islam) terdahulu tak ada yang mau menjadi pemimpin, bahkan ia sampai berlinangan air mata jika diberi amanah itu,
Deletesebaliknya, hari ini, semua berlomba mebjadi pemimpin, baginya tamouk kekuasaan begitu menggiurkan, Naudzubillah...
Tulisannya bagus Mas Amirullah...
ReplyDeleteMakasih mba, masih perlu bljar lgi dri temen2 odop
Delete