:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Saturday, February 13, 2016



Karena kadang saya bingung mencari ide nulis jadi saya mencoba menulis video-video dari youtube chanel favorit kesukaan saya yaitu Lampu Islam, dari sini saya banyak menemukan ilmu dan inpirasi.

Dan saya mencoba mengolah kata agar lebih nyaman dibaca dan dimengerti,  dan berusaha tetap menjaga agar pesan video ini tersampaikan, dari sini semoga saya dapat belajar menulis dari video-video ini.

Berawal dari Sabda Nabi Muhammad saw “setiap kalian keturunan Adam melakukan dosa, dan diantara pendosa ada sebagian pendosa yang indah.”

Maksudny gimana ya? Apakah seseorang melakukan dosa yang terbaik hingga disebut dosa yang indah hehe.. maaf bukan itu maksudnya, makudnya Nabi saw bersabda “seseorang yang indah adalah seseorang yang menyadari berbuat dosa dan dia bertaubat.”

Kabar baik bagi kita semua umat Muhammad bahwa ketika kita bertaubat Allah akan mengampuni kita. Sutau ketika saat Rasulullah tiba-tiba tertawa, para sahabat bertanya “kenapa kau tertawa?”, Rasulullah bersabda “aku melihat hari kiamat”. Biasanya saat Rasulullah saw melihat hari kiamat ia menangis, panik dan mencemaskan umatnya, tapi kali ini dia tertawa.

Rasulullah bersabda “aku tertawa karena melihat ada sekumpulan orang pada hari kiamat yang tertawa, siapa mereka? Mereka adalah orang-orang yang melakukan dosa, siapa mereka dan dosa apa yang mereka lakukan hingga dihari penghakiman itu mereka malah tertawa?”

Rasulullah berabda “pada hari itu orang-orang akan bertanya dosa apa yang mereka lakukan? Sedangkan kami berbuat dosa dan kami telah merugi, tapi kalian? kalian juga berbuat dosa tapi malah tertawa?

“ya kami berbuat dosa lalu bertaubat, dan dosa kami malah brubah menjadi pahala, dan karena dosa-dosa inilah kami masuk surga.”

AllahuAkbar, Allah maha pengasih dan penyayang, yang Maha Pengampun, banyak sekali kesempatan kita untuk bertaubat, selama kita diberi umur maka kita diberi kesempatan untuk bertaubat.

Jangan berputus asa dengan dosa-dosa yang banyak, bertaubatlah semoga Allah menerima taubat dan mengampuni kita, dan merubah dosa-dosa kita menjadi sebuah pahala aamiin...

Referensi : Youtube, Lampu Islam, Pendosa yang Indah
Sumber Gambar : http://www.online-instagram.com/tag/PENDOSA

#OneDayOnePost
#BayarUtang #HariKeempat
#FebruariMembara



Pada suatu hari Umar Bin Khattab datang kerumah Rasuluah saw, terlihat Rasulullah saw orang paling mulia dan paling sempurna yang diciptakan Allah itu sedang tidur dilantai tanpa alas apapun.

Melihat keadaan Rasulullah orang yang paling ia cintai itu sedang tidur dilantai tanpa alas apapun Umar pun menangis, melihat Umar menangis Rasul pun bertanya kepada Umar  “Wahai Umar mengapa kamu menangis?”, Umar menjawab “Wahai Rasulullah melihat keadaanmu seperti ini aku teringat kaisar Roma dan Persia yang sedang tidur dengan kasur dan bantal yang nyaman dan empuk, dan dibuat dari bahan terbaik, Dan kau ya Rasulullah manusia terbaik didunia ini dan utusan Allah, kau malah tidur dilantai tanpa alas apapun”.

Dan pada saat inilah Rasulullah mengajarkan kepada Umar bin Khattab, sebuah pelajaran berharga bagi kita, agar kita tahu kemana tujuan hidup kita dan kemana arah tujuan utama hidup ini.

Rasulullah pun berkata kepada Umar. “ya Umar tidakkah kau menerima para raja, kaisar, atau ratu siapapun mereka, Allah telah memberikan mereka dunia, dan sedangkan Allah memberikan kita surga.”

Pelajaran penting buat kita semua, tidak kau terima mereka diberikan dunia yang hina ini, dunia yang hanya sementara ini, sedangkan Allah memberikan kita surga yang melebihi berkali-kali lipat yang disiapkan untuk orang-orang mukmin.

Dan inilah perbedaan besar bagi orang-orang yang hidup diunia ini untuk dunia, dan orang-orang yang hidup untuk akhirat.

Imam bin Hambal pernah ditanya “ya Imam kapankah kita beristirahat?” dia berkata “sampai kita berada disurga barulah kita beristirahat.”

Subhanallah, semoga kita menjadi orang-orang yang selalu hidup untuk akhirat, bukan hidup untuk dunia yang hina dan sementara ini.

Referensi : Youtube, Lampu Islam, Jadikan Hidup kita menjadi kebahagiaan akhirat.
Sumber Gambar : http://musmus.me/wp-content/uploads/2015/08/khusyu1.jpg


#OneDayOnePost
#BayarUtang #HariKeTiga
#FebruariMembara


Tuesday, February 9, 2016


Seorang pria yang bekerja di Unit Emirat Arab selama 4 tahun lamanya, dengan kerja kerasnya ia banyak mengumpulkan harta dan ia merasa saat inilah waktu yang tepat untuk menikah, lalu ia meminta ayahnya mencarikan istri dan mengurus acara pernikahannya.

Ayahnya adalah orang shaleh yang sering menjadi imam mesjid, dan karena keshalehannya ia dipercaya penuh oleh anaknya untuk memilih dan mengurus penuh pernikahan putranya, bahkan tanpa perlu melihat dahulu siapa calon istrinya si anak pun benar – benar percaya kepada pilihan ayahnya.

Sang ayahapun mencarikan wanita untuk anaknya dengan tuntunan Rasulullah saw. yaitu Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim). Sang ayahpun mendapatkan wanita tersebut berdasarkan agamanya, wanita yang religius tetapi tidak cantik.

Saat anaknya datang ke Mesir ia disambut ayahnya dan diantarkan menemui istri pilihan ayahnya tersebut, si pria ini belum dapat melihat wajah istrinya karena penutup wajah yang ia gunakan, dan saat mereka masuk kedalam kamar si istripun membuka penutup wajahnya, pria ini pun terkejut, lalu kecewa karena istrinya tidak cantik, setelah sekian lama ia menunggu tetapi ia malah dikecewakan, dia pun depresi dan tertidur.


Di sepertiga malam istrinya pun membangunkan pria ini yang sah sebagai suaminya, tapi ia menolak, istrinya mencoba membangunkan lagi, dan ditolak lagi. Kemudian istrinya memercikan air di wajah suaminya agar terbangun, Pria ini pun terbangun lalu sang istri pun berkata “aku tahu kekecawaanmu terhadapku, karena aku bukanlah wanita yang cantik, tapi aku menikah untuk satu alasan, karena aku ingin menrepakan hadist Nabi Muhammad Rasulullah  saw. yang bersabda “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan istrinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun, ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah juga merahmati seorang perempuan yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila suami enggan untuk bangun, ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (HR. An Nasa’i. Hadits senada juga diriwayatkan Abu Dawud dan Tirmidzi).

“Hadist inilah alasan aku untuk menikah, dan aku berterimakasih kepadamu karena dengan menikah aku dapat menerapkan hadist ini. Kau tahu aku hampir putus asa tidak dapat menerapkan hadis ini, karena aku adalah wanita yang tidak cantik, maka tolonglah bangun dan sholat mengimamiku, sholat tahajud bersamaku, agar aku dapat menerapkan hadist ini”.

Pria ini pun bangun dan mengimami sholatnya, didalam doanya pria ini pun berdoa setelah sholat tahajud agar Allah membuat seakan-akan istrinya adalah wanita yang paling cantik dimatanya diantara wanita seluruh dunia.

Semoga kita adalah suami yang berusaha mengajak istri kita untuk sholat tahjud bersama, dan istri yang berusaha untuk mengajak suaminya untuk sholat tahajud bersama, membentuk keluarga yang taat kepada Allah, membentuk anak – anak kita menjadi anak yang shaleh.

Bagi yang masih bujang pilihlah calon yang shaleh, yang kuat agamanya, untuk partner yang baik, karena akan banyak ujian dalam mengarungi rumah tangga, dan syaitan akan menggoda dan mencoba setiap hari, syaitan yang berhasil memisahkan suami istri atau bercerai maka syaitan akan mendapat mahkota dikepalanya dari iblis.

Dan semoga jika kita berhasil melawati ujian-ujian dunia kita akan menapaki surga bersama pasangan hidup kita. Aamiin..

Referensi                     : Youtube / Lampu Islam Cahnnel
Sumber gambar           : http://pzhgenggong.or.id/2249/

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#HariKesepuluh


Saturday, February 6, 2016



Belum ada ide nih mau nulis apa, jadi saya mencoba dan beajar menulis tentang saya saat ini dan kondisi saya saat ini, tapi sebelumnya saya tidak akan bisa duduk tenang dan menulis ini sebelum putri saya yang sangat saya cintai itu sudah tertidur lelap, mengapa? Karena pasti akan ikut mmengetik, dan ada saja tingkahnya yang membuat saya tidak akan konsentrasi untuk menulis.

Ngomong - ngomong tentang anak saya itu, dia baru berumur 15 bulan, dan baru bisa berjalan di umur 13 bulan, setelah itulah saya dan istri saya harus wasapada mengawasinya, benda – benda apa saja yang ia ambil dan apa kemana ia akan melangkah, jangan sampai hal itu dapat membahayakannya.

Setelah anak saya tertidur lelap dan istri saya akhirnya ikut tertidur, saya pun mulai beraksi, mulai menyiapkan kopi, meja kecil untuk notebook, dan data saya untuk bekerja.

Iya saat ini saya mendapat pekerjaan freeland, jadi sebelum saya bekerja saya sempatkan untuk menulis dulu apapun itu yang penting nulis dulu buat setoran di #ODOP, karena saya udah ngutang 4 hari gak ngepost :D . saya menargetkan dengan waktu 30 menit untuk menulis setengah halaman, mengapa hanya 30 menit? Ya karena pekerjaan freeland ini udah deadline, untuk kualitas saya kesampingkan dulu ya J.

Oh ya saya juga masih bingung dengan tulisan saya akan dibawa kearah yang mana, fiksi atau non fiksi, yang jelas saya akan membawa tema religius, karena karena niat saya nulis ingin beralih profesi, dan juga untuk bekal dikhirat.

Sejak sering membaca tulisan teman – teman di #ODOP yang mayoritas sepertinya kearah fiksi saya pun mulai tertarik dan ingin belajar fiksi, sempat saya mencoba menulis fiksi dan ternyata sulit – sulit gampang ya, hasil tulisan saya pun sangat terlihat datar, tidak memancing emosi, tidak ada kata – kata indah untuk agar nikmat dibaca.

Saya sadar untuk beralih profesi dan menjadi penulis tidaklah mudah, perlu kerja keras dan komitment yang kuat, tapi untuk tetap membuat saya semngat adalah memotivasi diri sendiri dengan kalimat “menjadi penulis memang tidak mudah, bukan berarti tidak bisa bukan”.

Udah lebih 30 menit nih gak terasa, dengan target setengah halaman di kertas A4, font Times New Rowman dan font size nya 12.

Doakan saya untuk tetap komitmen menulis dan tulisan saya menjadi amal jariyah yang diterima Allah swt.

#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#EdisiBayarUtang :D
#HariKedua

Sumber Gambar : http://www.kompasiana.com/massmaman/menulis-bukan-hanya-sebuah-hobi-tapi-keharusan_5512e2448133113644bc609e




Tuesday, February 2, 2016



Belum dapat ide nih buat nulis hari ini, ada beberapa coretan kasar yang sudah saya tulis tentang permasalahan saat ini, hanya tinggal di edit lagi tulisannya agar lebih enak dibaca, inshaAllah bakal saya posting untuk utang post saya hari ke 1 frebuari ini.

Untuk #TantanganMingguPertama saya bakal menceritakan kegiatan saya semalam menemani istri yang ingin membeli sendal, karena sendal istri saya sudah mau rusak, pernah diperlihatkannya kepada saya saat meminta ijin untuk membeli sendal, ya saya memang melihatnya retakan itu pada sendal istri saya.
dimalam minggu lalu saya sempat menemainiya di plaza yang berbeda karena pilihan sendal yang sedikit membuat istri saya kurang menyukainya, hingga malam itu saya menyarankan untuk membeli di tempat lain saja, karna hari itu pun udah malam, dan anak saya yang baru berumur 1 tahun itu udah rewel karena ngantuk.

Pada ini malam ini istri saya mengajak pada plaza yang di tengah kota, dan disini lebih bnyak lagi pilihan sendalnya, hal yg paling saya suka saat berjalan di mall adalah saat mengendong anak saya dan memperhatikan mata dan tingkahnya merespon apa yang dilhatnya, pasti sangat berharga dan hal baru baginya,  anak saya mulai menunjuk sana sini, ia ingin menunjukan apapun yang menarik baginya kepada saya.

Setelah sampai pada tempat tujuan, istri saya mulai keliling mencari sendal yang ia butuhkan, saya tahu pasti lama menunggunya untuk memilih sendal yang bnyak pilihannya, dan banyak pertimbangan yang harus ia perhitungkan.

Sementara istri saya sedang memburu sendal, saya mulai menurunkan anak saya dan memberikan kesempatannya berjalan di pelataran sepatu dan sandal, anak saya pun terlihat senyum di wajahnya saat saya melepasnya untuk berjalan sendiri, dan saya tetap mengawasi dari belakang sambil mengikutinya.

Istri saya mulai sering bertanya kepada saya “bah ini bagus gak?” ya saya saya jawab sesuai selera saya, ada yang ia sukai dan kadang saya kurang suka, akhirnya dia mencari lagi, dan akhir ketemu juga.

Sementara istri saya membyar sepatu yang ia beli, saya mulai menggendong anak saya, walapun ia merengek karena merasa terganggu petualangannya dihentikan, tetap saya gendong  dan berkata “ayo dek kita pulang”.
Istri saya pun datang bertanya “bah kita langsung pulang atau jalan – jalan dulu?”
“ke gramedia dulu ya mah?,  oke” sambut istri saya. Gramedia  adalah tempat favorit saya selain bisokop di plaza ini, sesampainya di gramedia ternyata ada buku diskon yang bertumpuk tak tersusun rapi dan banyak orang yang sedang memilih milih.

Sayapun bersemngat untuk mencari buku-buku yang kira  - kira saya perlukan, akhirnya saya ketemu buku “Taktik Menulis Fiksi” hmm... pas banget nih saya sedang belajar nulis dan lagi ikut progam #OneDayOnePost kan, istri saya pun mengambil buku “Cara Mengajarkan Anak Huruf Arab Dengan Jari”. Setelah itu sayapun pergi kekasir untuk membayar buku yang telah saya ambil tadi. Setelah saya membayar buku, istri saya pun bertanya “abah beli buku apa? Buku ini nih mah” saya pun memperlihatkan bukunya. “Abah mau jadi penulis ya? Iya dong”dengan semngat saya jawab.
#OneDayOnePost
#FebruariMembara
#TantanganMingguPertama



Sunday, January 31, 2016





Istriku terus berbicara kasar padaku, sungguh aku sangat sakit hati, iya terus membicarakan tentang kesalahan - kesalahanku dan kekurangan - kekuranganku, sepertinya aku tak mampu menjadi suami yang baik dimatanya, padahal itu asal muasalnya hanya masalah kecil, Aku hanya diam pura-pura tak mendengar dan berusaha untuk tidak mendengar ocehannya, Jika aku mendengarnya sakit hati ku bertambah.
Ingin rasanya aku membantah, tapi percuma yang ada dia malah menambah ocehan dan menambah sakit hatiku, sempat berpikir untuk membentaknya, atau membanting barang agar dia terhentak dan kaget lalu dia terdiam, tapi teringat pesan Rasul bahwa Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya.” {H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani}, dalam Islam pun melarang untuk memukul istri dimuka dan membuat sakit seperti sabda Rasul berikut, “Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya …..” {H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani}

Ia masih saja mengoceh, lalu aku mandi karna aku baru sampai dirumah dari bekerja, setelah mandi istriku tak mengoceh lagi, mungkin emosinya sudah stabil, setelah aku memakai baju istriku mendatangiku dan meminta maaf padaku, ia meminta maaf karna telah marah - marah padanya, aku tau dia sangat mengharap ridho suaminya, ia sadar ridho suaminya adalah penentu surga dan nerakanya kelak, sesuai dengan hadist Rasull "Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga."  (HR At-Tirmidzi).

Mendengar istriku meminta maaf tentu saja aku memaafkannya, entah mengapa rasa kesalku langsung hilang pada saat itu juga, dalam hati aku hanya berdoa dan bersyukur mempunyai istri seperti dia, semoga Allah swt. menjaga kebersamaan kami dan membimbing kami untuk lebih taat dengan-Nya.

#OneDayOnePost
#HariKelimabelas
#BelajarCerpen
#Fiksi

Friday, January 15, 2016




Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya, "wahai anak - anakku, aku ingin makan buah Surga." lalu anak-anaknya pergi mencari untuknya. Mereka disambut oleh para malaikat yang membawa kafan Adam dan wewangiannya, mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul.

Malaikat bertanya "wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? atau apa yang kalian mau? dan kemana kalian pergi?, mereka menjawab. "Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari Surga." para malaikat menjawab "pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba."

Lalu para malaikat datang, Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa "Menjauhalah dariku, aku pernah melakukan kesalahan karenamu. biarkan aku dengan malaikat Tuhanku, Tabaraka wa Taala." Lalu para malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberikan wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat dikuburnya, menshalatinya. mereka masuk kekuburnyanya dan meletakan Adam di dalamnya, lalu meletakan bata diatasnya, Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu, lalu mereka berkata "Wahai Bani Adam ini adalah sunnah kalian."

Ada 2 pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kisah diatas yaitu :
1.  Malaikat mencontohkan kepada kita bagaimna menguburkan mayit dari cara memandikan, mensholati dan menguburkannya. 
2. Seseorang harus berhati-hati terhadap istrinya yang bisa menjadi penyebab penyimpangannya, Adam memakan buah karena hasutan Hawa. Dan Allah telah meminta kita agar berhati-hati terhadap istri dan anak-anak kita. “Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka.” (QS.At-Taghabun:14)

Referensi : Al-Asyqar, 'Umar Sulaiman. Kisah-Kisah Shahih dalam Al-Qur’an & Sunnah 

A call-to-action text Contact us