:::: MENU ::::

Hidup Adalah Belajar

Friday, January 15, 2016




Ketika maut datang menjemput Adam, dia berkata kepada anak-anaknya, "wahai anak - anakku, aku ingin makan buah Surga." lalu anak-anaknya pergi mencari untuknya. Mereka disambut oleh para malaikat yang membawa kafan Adam dan wewangiannya, mereka juga membawa kapak, sekop, dan cangkul.

Malaikat bertanya "wahai anak-anak Adam, apa yang kalian cari? atau apa yang kalian mau? dan kemana kalian pergi?, mereka menjawab. "Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari Surga." para malaikat menjawab "pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba."

Lalu para malaikat datang, Hawa melihat dan mengenali mereka, maka dia berlindung kepada Adam. Adam berkata kepada Hawa "Menjauhalah dariku, aku pernah melakukan kesalahan karenamu. biarkan aku dengan malaikat Tuhanku, Tabaraka wa Taala." Lalu para malaikat mencabut nyawanya, memandikannya, mengkafaninya, memberikan wewangian, menyiapkan kuburnya dengan membuat liang lahat dikuburnya, menshalatinya. mereka masuk kekuburnyanya dan meletakan Adam di dalamnya, lalu meletakan bata diatasnya, Kemudian mereka keluar dari kubur, mereka menimbunnya dengan batu, lalu mereka berkata "Wahai Bani Adam ini adalah sunnah kalian."

Ada 2 pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kisah diatas yaitu :
1.  Malaikat mencontohkan kepada kita bagaimna menguburkan mayit dari cara memandikan, mensholati dan menguburkannya. 
2. Seseorang harus berhati-hati terhadap istrinya yang bisa menjadi penyebab penyimpangannya, Adam memakan buah karena hasutan Hawa. Dan Allah telah meminta kita agar berhati-hati terhadap istri dan anak-anak kita. “Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah terhadap mereka.” (QS.At-Taghabun:14)

Referensi : Al-Asyqar, 'Umar Sulaiman. Kisah-Kisah Shahih dalam Al-Qur’an & Sunnah 

0 komentar:

Post a Comment

A call-to-action text Contact us